SABER, PALOPO | Perkembangan dunia fitness masih sebagaian banyak yang belum mengenal berbagai metode latihan beban, salah satunya hypertrophy training dan strength training. Meski sama-sama dilakukan di gym menggunakan angkat beban, kedua metode tersebut ternyata memiliki tujuan dan hasil yang berbeda.
Hal itu dijelaskan oleh Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo yang telah hampir 19 tahun berkecimpung di dunia gym.
Menurut Bang Tiwa, hypertrophy training lebih difokuskan untuk membentuk dan membesarkan massa otot sehingga tubuh terlihat lebih berisi dan estetis. Biasanya latihan hypertrophy menggunakan repetisi lebih banyak dengan beban sedang. Tujuannya membuat otot mendapat tekanan atau pump supaya berkembang lebih besar,” ujarnya. Rabu (20/5/26).
Sementara itu, strength training lebih berorientasi pada peningkatan kekuatan tubuh. Dalam metode ini, atlet menggunakan beban yang lebih berat dengan repetisi rendah dan waktu istirahat lebih panjang. “Kalau strength training, fokusnya bukan semata membesarkan otot, tapi meningkatkan kemampuan mengangkat beban lebih berat. Jadi tenaga dan power lebih dilatih,” jelasnya.
Bang Tiwa menambahkan bahwa banyak orang masih keliru memahami kedua jenis latihan tersebut. Bahwa tubuh besar belum tentu memiliki kekuatan maksimal, begitu pula orang yang sangat kuat belum tentu memiliki massa otot besar. Meski demikian, keduanya tetap saling berkaitan dan dapat dikombinasikan dalam program latihan.
“Kalau mau hasil ideal, hypertrophy dan strength sebaiknya digabung. Jadi bukan hanya badan yang bagus dilihat, tapi juga kuat secara fisik,” tutup Bang Tiwa, yang dikenal aktif membagikan edukasi fitness kepada masyarakat dan anak muda di Kota Palopo.(*)





