AMT Kembali Lakukan Aksi Unjuk Rasa Tuntut PT. Malea Energy

oleh
oleh

TATOR, SATU BERITA | Polemik antara warga setempat dengan PT. Malea Energy rupanya belum menemukan titik sepakat, hal ini dibuktikan dengan kembalinya warga setempat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja (AMT) Menggugat menggelar Aksi Unjuk Rasa di PT. Malea Energy. Senin (27/07/2020).

Menyikapi hal ini, Polres Tana Toraja menurunkan ratusan personilnya, yang terdiri dari Peleton inti Dalmas, Peleton Kerangka Dalmas, Tim Resmob dan Gabungan Personil Polsek, untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi Unras sebagai langkah antisipasi pada kemungkinan kemungkinan yang dapat saja berkembang setiap saat, seiring dengan berjalannya aksi Unras tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, direncanakan aksi Unras dari Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat bukan hanya berlangsung di PT. Malea Energy, aksi Unras juga rencananya akan dilaksanakan di kantor DPRD Kab. Tana Toraja.

“Terkait rencana aksi Unras yang akan berlangsung juga di kantor DPRD Kab. Tana Toraja, kami juga melibatkan pengamanan, 1 peleton dalmas BKO Polres Toraja Utara kami stand by kan di Kantor DPRD Tana Toraja “.

Sebut Kabag Ops Kompol Pither Marumbun yang di konfirmasi, mewakili Kapolres Tana Toraja AKBP. Liliek Tribhawono Iryanto SIK MM.

Pither Marumbun juga sebutkan sejumlah perwira Polres Tana Toraja dilibatkan dalam pengamanan aksi Unras ini, ” Kasat Sabhara, AKP. Sulaeman Abu, Kasat Binmas AKP. Ridwan, Kapolsek Makale AKP. Yakob Parinding, Kapolsek Bonggakaradeng Iptu Wellem Panggeso dan sejumlah perwira lainnya kami libatkan kawal dan amankan jalannya aksi Unras, kami juga melibatkan tim negosiator dari Polwan Polwan Polres Tana Toraja “.

Berikut kutipan pernyataan sikap dari Aliansi Masyarakat Toraja (AMT) Menggugat

1. Pemulihan Lingkungan hidup yang telah di rusak oleh Plta Malea
2. Normalisasi aliran sungai sa’dan di sepanjang proyek Plta Malea
3. Normalisasi mata air bersih yang hilang akibat dari pembuatan terowongan.
4. Kembalikan situs budaya SAPAN DEATA yang di rusak oleh Plta Malea.
5. Ganti rugi perkebunan dan persawahan warga yang rusak akibat pembangunan
PLTA Malea.
6. Perbaikan infrastruktur di sekitaran perusahaan Plta Malea.
7. Pemberdayaan masyarakat lokal.

Sekitar pukul 12.00 wita, massa dari Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat tiba di kantor DPRD, menggelar orasi menyampaikan aspirasi.

Sekitar pukul 12.20 wita, Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Yohanis Lintin, S.Th, yang didampingi oleh Sameul Tandirerung, Yan Anggung Kalalembang, dan Drs. Lita.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Liliek Tribhawono Iryanto SIK MM pun turut hadir di tengah tengah personil yang sedang melaksanakan pengamanan.

Bahkan para pengunjuk rasa, meminta Kapolres untuk hadir ditengah tengah komunikasi antara pengunjuk rasa dengan anggota DPRD Tana Toraja.

Jalannya negoisasi penerimaan aspirasi berjalan alot dan memakan waktu yang cukup panjang, sekitar 3 jam lamanya proses negosiasi berlangsung.

Suasana sempat memanas, namun beruntung Kapolres Tana Toraja AKBP. Liliek Tribhawono Iryanto SIK MM berhasil meredakan situasi.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga pukul 16.00 wita ini membuahkan hasil.

DPRD Tana Toraja akan memanggil pihak pihak terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kebudayaan Akan mengundang Pihak PT. Malea Energy.

Mengundang perwakilan masyarakat setempat ( Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat ).

Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DPRD Tana Toraja sebagai tindak lanjut dari Aspirasi Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat.

” Iya, kami akan mengundang pihak pihak terkait, termasuk PT Malea Energy, dan perwakilan warga setempat untuk duduk bersama mencari solusi terbaik atas polemik yang sedang berlangsung saat ini “. Sebut Yohanis Lintin saat ditemui usai aksi Unras di kantor DPRD Tana Toraja.

Yohanis Lintin sebutkan lagi, rencana pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu (29/07/2020), lusa.

Selama rangkaian Unras berlangsung, tidak terjadi tindakan tindakan anarkis, aparat pengamanan di bawah komando Kapolres Tana Toraja bersiaga, bahkan berbaur dengan tokoh tokoh masyarakat yang juga turut hadir di kantor DPRD Tana Toraja.

Para pengunjuk rasa meninggalkan lokasi DPRD Tana Toraja sekitar pukul 16.15 wita dengan aman tanpa di sertai dengan konvoy keliling kota Makale. (win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *