Bantu Korban Gempa Sulbar, KNPI Sulsel Kirim Relawan Kemanusiaan

oleh

MAKASSAR, SABER | Pengurus lembaga kesehatan dan siaga bencana Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan terjun langsung dalam penanganan pasca gempa berkekuatan 6,2 magnitudo di Majene dan Mamuju Sulawesi Barat.

Ketua KNPI Sulsel, Muh. Arham Basmin mengatakan, dua lembaga itu diberangkatkan pada 16 Januari 2021 malam. Dua lembaga ini masing-masing mempunyai tugas tersendiri, namun tujuannya tetap sama yaitu untuk kemanusiaan.

“Alhamdulillah sejak dua hari lalu, dua lembaga ini langsung terun membantu mengevakuasi dan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Majene dan Mamuju yang menjadi korban gemba. Kami dari KNPI Sulsel memberangkatkan 12 orang dari Lembaga Kesehatan dan Lembaga Siaga Bencana, mereka merupakan pengurus KNPI Sulsel dan relawan ,” katanya saat dihubungi melalui pesan Senin (18/01/2021).

Lanjut ia mengatakan selain membawa sembako, peralatan medis, obat-obatan dan perlengkapan yang lainnya, jika memungkinkan, dua lembaga dan relawan KNPI juga akan melakukan trauma healing bagi anak-anak korban gempa.

“Semoga apa yang KNPI Sulsel lakukan ini bisa membantu meringankan beban moril saudara kita yang menjadi korban gempa. Selain itu, saya juga berpesan kepada pengurus dan relawan yang sedang menjalakan tugas kemanusiaan di Sulbar, untuk tetap menjaga kesehatan, mengingat mereka melaksanakan tugas dimasa pandemi untuk tetap menjalakan protokol kesehatan,” tutur Arham.

Sementara Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi mengungkapkan rasa terimaksihnya kepada Ketua KNPI Sulsel atas kepeduliannya terhadap masyarakat Sulbar yang menjadi korban gempa bumi.

“Mewakili pemerintah provensi Sulbar, saya selaku ketua DPRD Sulbar mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas ketanggapan Ketua KNPI Sulsel, Muh. Arham Basmin, atas bantuan yang diberikan kepada kami yang menjadi korban gempa bumi pada 15 Januari lalu,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *