SABER, LUWU | Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) untuk memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat.
Perusahaan pengolahan mineral yang berada di bawah naungan Kalla Group tersebut menyalurkan sebanyak 14 ekor sapi kurban di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu dan Kota Palopo.
Penyaluran hewan kurban dilakukan di berbagai titik strategis, mulai dari rumah ibadah, instansi pemerintah, desa sekitar wilayah operasional perusahaan, hingga kebutuhan internal perusahaan. Program tahunan ini menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Site Manager PT Bumi Mineral Sulawesi, Aldin Djapari, mengatakan kegiatan kurban bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar area operasional.
“Melalui momentum Iduladha ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat. Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberi manfaat bagi warga yang menerima,” ujarnya.
Distribusi sapi kurban dilakukan di 14 titik berbeda. Di antaranya Rumah Jabatan Bupati Luwu, Masjid Raya Belopa, Polres Luwu, Istana Datu Luwu di Palopo, serta Masjid Jami Bua yang masing-masing menerima satu ekor sapi.
Selain itu, bantuan juga disalurkan ke sejumlah desa sekitar operasional perusahaan, yakni Desa Puty, Desa Tiromanda, Desa Posi, Desa Lengkong, Desa Karang-karangan, serta dua titik di Desa Bukit Harapan. Sementara dua ekor sapi lainnya diperuntukkan bagi kebutuhan internal perusahaan.
PT BMS sendiri dikenal sebagai perusahaan pengolahan nikel yang tengah mengembangkan industri hilirisasi di Sulawesi Selatan. Selain mengoperasikan smelter feronikel, perusahaan juga sedang membangun fasilitas smelter nikel sulfat untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik.
Tak hanya fokus pada pengembangan industri, perusahaan juga terus mendorong program tanggung jawab sosial, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penanganan lingkungan, hingga rekrutmen tenaga kerja lokal di sekitar wilayah operasional.(*)





