SABER, PALOPO | Di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, Naili–Ahmad Syarifuddin Daud, kondisi kebersihan kota kini menjadi perhatian serius. Kota yang sebelumnya dikenal dengan julukan Bersih, Indah, dan Nyaman (BIN) dinilai mulai mengalami penurunan, ditandai dengan munculnya tumpukan sampah di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (2/4/2026), tumpukan sampah terlihat di pinggir Jalan Toidje, Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara. Sampah yang dibiarkan menumpuk tersebut mengeluarkan bau busuk menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena lokasi penumpukan berada di dekat area pendidikan, tepatnya di sekitar SMP Negeri 7 Palopo. Warga menilai, keberadaan sampah tersebut berpotensi mencemari lingkungan serta berdampak pada kesehatan para siswa dan masyarakat sekitar.
Saat dikonfirmasi, Lurah Luminda, Frengky Lazarus, menjelaskan bahwa lokasi tersebut saat ini difungsikan sebagai trans depo atau tempat penampungan sementara sampah dari wilayah Kecamatan Wara Utara. “Sifatnya hanya penampungan sementara. Sampah dari wilayah Wara Utara dikumpulkan di sini sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup ke tempat pembuangan akhir (TPA),” jelasnya.
Meski demikian, keberadaan trans depo di kawasan tersebut tetap menuai kritik. Ketua LSM Aspirasi, Nasrum Naba, menegaskan bahwa penumpukan sampah di dekat sekolah, apalagi berada di jantung kota, sangat berisiko terhadap kesehatan siswa. “Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dampaknya jelas, terutama bagi anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi,” tegasnya.
Nasrum juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengambil langkah konkret dan preventif agar persoalan ini tidak semakin meluas. Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi preseden buruk bagi citra kepemimpinan pemerintah kota jika tidak segera ditangani dengan serius.(*)





