DOB Luwu Tengah Belum Terbentuk, Gabungan Mahasiwa Unras di Palopo

SABER, PALOPO  |  Gabungan mahasiswa dari empat daerah yakni Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur atau biasa disebut Tana Luwu yang tergabung dalam aliansi rakyat luwu menggugat berunjuk rasa di perempatan jalan Andi Djemma Kota Palopo, Senin (23/1/2023) sore.

Aksi unjuk rasa dilakukan bertepatan dengan perayaan peringatan Hari Jadi Luwu ke-755 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke 77 yang dipusatkan tahun ini di Kota Palopo.

Bacaan Lainnya

Aksi mahasiswa diwarnai dengan membakar ban bekas di tengah jalan, aksi ini sempat terjadi ketegangan antara pihak keamanan dengan pengunjuk rasa saat mahasiswa membakar ban bekas.

Pantauan di lokasi, aparat keamanan dengan mahasiswa saling berebut ban bekas dan saling tarik menarik hingga aparat keamanan meminta untuk membubarkan diri namun pihak mahasiswa tetap bertahan, beruntung ketegangan ini berakhir saat memasuki waktu shalat.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Iqra mengatakan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Luwu Tengah merupakan salah satu syarat administratif untuk pemekaran Provinsi Tanah Luwu kedepan, dengan demikian perjuangan masyarakat, mahasiswa dan pemuda untuk memekarkan DOB Luwu Tengah merupakan suatu hal yang harus terus digaungkan.

“Kami tidak menginginkan perjuangan pembentukan DOB Luwu Tengah dikerdilkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya menjadikannya sebagai jualan para elit pada momentum politik saja,” kata Iqra saat dikonfirmasi, Senin (23/1/2023).

Menurut Iqra, secara geografis, Kabupaten Luwu harusnya dimekarkan menjadi dua kabupaten yang berbeda, karena letaknya yang terpisah, diapit oleh Kota Palopo.

“Terbentuknya Luwu Tengah akan mempercepat pemekaran Provinsi Tanah Luwu yang juga akan menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan perekonomian daerah, pengelolaan potensi daerah secara mandiri dan perbaikan tata kelola daerah yang lebih kondusif,” ucap Iqra.

Lanjut Iqra, disayangkan ketika perjuangan pembentukan DOB Luwu Tengah kemudian hanya dijadikan untuk bahan jualan politik para elit saja di setiap momentum perhelatan politik di Tanah Luwu, khususnya di Kabupaten Luwu.

“Momen 23 Januari adalah sebuah momentum kami bagi Rakyat Luwu, menjadi lokomotif semangat pemersatu semua golongan di Tana Luwu memperjuangkan tanahnya atas dominasi penjajah pada masa kolonialisme, semangat ini kembali hadir untuk berjuang agar daerah kami jauh lebih sejahtera kedepan,” ujar Iqra.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dalam pidatonya secara virtual dari Jkarta pada peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-577 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-77 yang dipusatkan di Lapangan Pancasila Kota Palopo, tidak menyinggung soal pemekaran kabupaten melainkan menargetkan bantuan Rp1 triliun di Tana Luwu hingga akhir masa jabatannya.

“Kedepan akan menyelesaikan pembangunan jalan Palopo – Pantilang (Bastem) – Toraja, Jalan Sidrap – Larompong Selatan. Jalan Seko, dan lainnya, kami juga sudah menyelesaikan pembangunan Jalan Batu Sitanduk – Toraja Utara, pembangunan jembatan yang hanyut di Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat Luwu, membangun kembali jembatan Poringan (Luwu) yang rubuh dan menyelesaikan pembangunan jalan poros Luwu Timur menuju Sulawesi Tengah dan pembangunan lainnya,” jelas Andi Sudirman.(rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.