Hadiri Agenda Aksi 3 Rembuk Stunting, Bupati Luwu Wajibkan Pemberian ASI Bayi di Luwu

oleh

LUWU, SABER | Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, mewajibkan ibu menyusui memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi baru lahir hingga umur 2 tahun dan minimal 6 bulan.

Ini disampaikan Basmin Mattayang, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan aksi 3 rembuk stunting sebagai bentuk upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi Kabupaten Luwu, Senin (19/04/2021).

“Bayi baru lahir di Luwu wajib mendapatkan ASI, minimal enam bulan. Saya ingatkan ibu hamil agar memperhatikan gizi makanya. Sehingga begitu melahirkan bisa memberikan ASI berkelanjutan kepada bayinya,” ujarnya.

Bupati Luwu dua periode ini menekankan, penanganan stunting dengan perbaikan gizi ibu hamil dan bayi. Salah satu cara dengan memberikan ASI, bukan memberikan susu formula sebagai asupan gizi utama pada bayi.

Lanjut disebutkan Bupati Luwu, salah satu upaya pemerintah dalam perbaikan gizi ibu hamil dan ibu menyusui melalui program pemanfaatan lahan depan rumah untuk ditanami buah dan sayur.

Selanjutnya penggunaan pangan lokal, seperti kacang rebus, jagung rebus dan pisang rebus. Ini gizinya cukup tinggi. “Kurangi makanan olahan diawetkan dan makanan siap saji,” serunya.

Penurunan angka stunting menjadi prioritas pembangunan di Luwu. Upaya yang telah dilakukan, peningkatan intervensi termasuk pemenuhan kebutuhan pangan, mendorong pemenuhan gizi, peningkatan surveilance atau pengawasan gizi dan peningkatan komitmen perbaikan gizi.

Penanganan stunting di Luwu berjalan baik karena kebersamaan elemen masyarakat sampai hari ini Luwu masih bertahan dan memiliki peluang menghadapi krisis kesehatan.

“Kita ini petugas di lapangan tidak hanya mengharapkan petunjuk dari presiden apa lagi menunggu UU dalam menangani persoalan kesehatan termasuk stunting. Dulu seumur saya 60 tahun keatas tidak pernah kita jumpai stunting semua kita dapati tinggi besar, itu zaman dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pihaknya akan mengkaji apa penyebabnya hari ini. Sekarang kita lihat anak SMA masih seperti SMP bahkan sarjana sekarang masih terlihat sepeti anak SMA dimana badan kecil dan pendek. Ini karena faktor kimia, anak baru lahir sudah minum susu berbahan kimia, berarti penanganan stunting ini dimulai ibu dan bapak, lanjutnya.

Sehingga Bupati Luwu menggaris bawahi, persoalan stunting adalah memang faktor gizi. Karena itu menjadi tugas semua bagaimana pembatasan atau membatasi ibu hamil tidak menggunakan susu formula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *