Hybrid Body, Konsep Kebugaran Yang Semakin Diminati

SABER, PALOPO | Hybrid body semakin Tren di kalangan dunia yang ingin menjaga kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh.

Berbeda dengan pendekatan latihan yang hanya berfokus pada pembentukan otot atau peningkatan daya tahan, hybrid body menggabungkan keduanya dalam satu program yang seimbang.

Bacaan Lainnya

Pendekatan ini menekankan pentingnya kekuatan, massa otot yang proporsional, daya tahan jantung dan paru, serta kemampuan tubuh untuk tetap aktif dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Menurut Bang Tiwa, seorang influencer asal Palopo yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan jangka panjang, konsep hybrid body sangat relevan bagi mereka yang memasuki usia 40 tahun ke atas.

Ia menilai bahwa menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh jauh lebih penting dibanding hanya mengejar penampilan fisik semata. Dengan bertambahnya usia, tubuh membutuhkan keseimbangan antara kekuatan otot, mobilitas, dan daya tahan agar kualitas hidup tetap terjaga.

Selain dikenal sebagai pegiat gaya hidup sehat, Bang Tiwa yang juga berprofesi sebagai advokat menekankan bahwa investasi terbaik di masa produktif adalah menjaga kesehatan sejak dini.

Menurutnya, latihan beban tetap diperlukan untuk mempertahankan massa otot dan kepadatan tulang, sementara latihan kardio membantu menjaga kesehatan jantung serta meningkatkan kapasitas fisik. Kombinasi keduanya menjadi fondasi utama dalam membangun tubuh yang kuat dan fungsional dalam jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama hybrid body bukanlah menjadi yang paling berotot atau paling cepat dalam berolahraga, melainkan memiliki tubuh yang siap menghadapi berbagai tuntutan aktivitas kehidupan.

Dengan pola latihan yang terukur, asupan nutrisi yang baik, serta waktu pemulihan yang cukup, masyarakat dapat membangun tubuh yang atletis, sehat, dan tetap aktif hingga usia lanjut.

Pendekatan inilah yang menurut Bang Tiwa perlu terus disosialisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jangka panjang.

Bang Tiwa juga mengingatkan bahwa konsep hybrid body bukan tentang memiliki tubuh pelari yang sangat kurus, bukan pula mengejar fase bulking untuk menjadi sebesar mungkin atau cutting ekstrem demi kadar lemak yang sangat rendah. Tetapi fokus utama adalah membangun tubuh yang seimbang, kuat, bugar, dan berfungsi optimal dalam kehidupan sehari-hari. “No body pelari, no body bulking, no body cutting. Yang kita cari adalah tubuh yang sehat, kuat, dan mampu mendukung aktivitas hingga usia lanjut,” ujar Tiwa yang sudah 19 tahun di dunia gym. Senin (1/6/26).

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat menikmati manfaat kebugaran tanpa terjebak pada standar fisik tertentu yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan kesehatan jangka panjang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *