Ini Tema Yang Dibahas Dalam “Bincang Iccang” (BI) Pekan Ini ~ Satu Berita

oleh

PALOPO – SATU BERITA | Bincang Iccang (BI) edisi kedua akan segera tayang lagi di grup Sosial Media Facebook dengan tema “Politik Uang, Dosa atau Rezeki?”.

Andri Sudirman, produser talkshow BI saat dihubungi Minggu (6/1/19) mengatakan, kegiatan talkshow ini akan menghadirkan sejumlah narasumber pada Senin 7 Januari 2019 malam, pukul 20.00 Wita di sebuah warung kopi di bilangan Jalan Mungkasa Wara Timur, Palopo.

Tema yang dibahas kali ini adalah tentang money politics atau politik uang yang kembali marak jadi bahan obrol di sejumlah Warkop di kota Palopo.

“Diantara nama-nama yang disiapkan untuk mengisi program diskusi santai tersebut diantaranya para caleg, akademisi, aktivis, pihak Bawaslu dan KPU Palopo serta tentunya dihadiri insan pers,” beber Andri.

Hanya saja ia masih enggan membuka nama-nama narsum untuk menjaga kemurnian acara mengingat acara ini dilakukan secara independent dan jauh dari unsur politik praktis.

“Nama-namanya kita simpan dulu, yang jelas calegnya bisa dua atau tiga orang, mantan ‘caleg gagal’ juga bisa, ada akademisi, juga dari pihak yang kompeten insha Allah dari Bawaslu dan KPU semoga berkenan hadir memberikan pencerahannya,” ucap Andri yang juga penyiar radio ini.

Iccank selaku penggagas dan sekaligus moderator berharap, meskipun hanya berdurasi sekitar 2,5 jam namun diharapkan semua narasumber mau terbuka atau blak-blakan mengeluarkan isi dapurnya soal anggaran yang mereka siapkan dalam perhelatan Pemilu 2019 kali ini, dimana bukan hanya ada Pemilihan Presiden (Pilpres) saja, melainkan juga Pemilihan Legislatif (Pileg).

“Harapan kami sederhana, acara mungil ini bisa berdampak besar bagi kemajuan berpikir masyarakat, agar rasional dalam memilih Calon Wakil Rakyat dan juga Calon Presiden, untuk itu keterbukaan semua pihak sangat ditunggu, agar praktik menyimpang berupa hambur-hambur ‘peluru’ alias politik uang bisa kita cegah sedini mungkin, sebenarnya, ajang ini juga turut membantu KPU dan Bawaslu bersosialisasi, supaya Pemilu nanti semakin berkualitas, dari masa ke masa,” pungkas jurnalis ini. (Rls*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *