Jembatan Maut Pajalesang Belum Tersentuh Perbaikan, 3 Bulan Setelah Renggut Nyawa Warga

SABER, PALOPO | Tiga bulan berlalu sejak insiden tragis yang merenggut nyawa seorang warga di jembatan gantung Pajalesang, Kota Palopo, namun kondisi jembatan hingga kini masih memprihatinkan. Warga mengaku kecewa karena belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki akses penghubung antarwilayah tersebut.

Pantauan di lokasi pada Senin (25/5/2026) pagi menunjukkan kondisi jembatan masih rusak berat. Sejumlah papan pijakan terlihat lapuk, berlubang, dan licin akibat lembab serta sering terkena air. Pembatas yang sebelumnya dipasang usai kejadian maut itu pun kini sudah tidak ada lagi, sehingga masyarakat kembali melintas seperti biasa.

Bacaan Lainnya

Meski membahayakan keselamatan, warga tetap nekat menggunakan jembatan itu karena dianggap sebagai jalur tercepat menuju sawah, sekolah, dan permukiman di seberang sungai. Jika harus memutar, masyarakat mengaku membutuhkan jarak yang jauh lebih panjang.

“Kalau lewat jalan lain terlalu jauh. Mau tidak mau tetap lewat sini,” ujar Imam, salah seorang warga setempat.

Menurut Imam, bukan hanya petani yang masih menggunakan jembatan tersebut, tetapi juga pelajar yang setiap hari melintas untuk beraktivitas. Ia menyebut masyarakat sudah terlalu lama mendengar janji perbaikan tanpa realisasi yang jelas.

“Kami sudah capek dijanji terus. Dulu setelah ada korban katanya mau segera diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan,” katanya dengan nada kecewa.

Sebelumnya, seorang warga bernama Marwan (50) meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung setinggi sekitar enam meter pada Februari lalu. Korban jatuh ketika papan kayu yang diinjaknya patah saat dirinya menyeberang bersama sang istri menuju tempat penggilingan beras miliknya.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian masyarakat karena kondisi jembatan memang telah lama dinilai tidak layak digunakan. Warga bahkan menyebut akses tersebut merupakan urat nadi penghubung antarwilayah sehingga perbaikan dianggap mendesak demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *