Kasat Sabhara Tator Terjun Membantu Padamkan Api di Hutan Mangasi

oleh

TATOR, SATU BERITA | Update perkembangan terakhir, kondisi hutan Mangasi di siang hari ini Rabu, (25/09/2019 ) pukul 12.00 wita, terpantau api masih menyala.

Seperti yang telah di ketahui, hutan Mangasi di lalap api sejak tadi malam (Selasa 24/09/2019) sekitar pukul 20.20 wita, upaya pemadaman pun sedang berlangsung sejak tadi malam hingga siang hari ini.

Aparat gabungan masih berkutat melakukan pemadaman api di beberapa titik yang kondisi medannya tidak dapat di jangkau dengan kendaraan Pemadam.

Di sebutkan oleh Kasat Sabhara Polres Tator AKP. Sulaeman Abu yang berada di lokasi, 1 unit mobil AWC beserta kru dan personil sat Sabhara di terjunkan membantu aparat gabungan lakukan pemadaman.

“Sejak pagi tadi, 1 unit mobil AWC yang berisi dengan Suplai air sedang berada di lokasi hutan mangasi, personil kami dari sat sabhara juga di libatkan membantu upaya pemadaman “.sebut AKP Sulaeman Abu.

Kondisi medan yang sulit dijangkau, kata Sulaeman Abu lanjut menjadikan proses pemadaman harus di lakukan secara manual, aparat aparat gabungan dengan menggunakan tangki tangki semprotan bergantian mengisi air kemudian bergerak lagi menuju titik api.

Kendaraan kendaraan damkar dan mobil AWC yang sedianya akan melakukan pemadaman, beralih fungsi menjadi Tangki besar menyediakan Suplai Air bagi aparat yang sedang bekerja.

Medan berat dan titik api yang sulit untuk di jangkau dengan menggunakan sarana mobil pemadam menjadi hambatan proses pemadaman, namun pun demikian upaya pemadaman tetap terus di lakukan dengan cara manual yaitu dengan cara masing masing aparat membawa tangki tangki semprotan ( yang biasanya digunakan untuk menyemprot hama ) menuju ke titik lokasi api.

Tak kenal menyerah pada kondisi dan situasi yang di hadapi, mungkin inilah kata yang tepat ditujukan kepada mereka yang sampai saat ini masih berjibaku padam api, untuk itu diharapkan kepada semua pihak untuk bersama sama jaga hutan dan lahan dari kelalaian ataupun ke sengajaan yang berakibat pada terjadinya kebakaran hutan kita.

“Jika temukan adanya oknum oknum yang sengaja melakukan pembakaran hutan, laporkan ke polisi atau pun aparat setempat, dan bagi barang siapa yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan kepadanya terancam pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 5 milyar sebagaimana yang tertuang pada UU No. 41 tahun 1999 pasal 78 ayat (3) “. Tutup AKP. Sulaeman Abu.(erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *