Mengenal Mata Lelah, Dari Gejala Hingga Pengobatan

Ist

SABER  |  Kondisi ini terkadang tidak disadari oleh sebagian besar orang. Padahal, gejala mata lelah yang terus dibiarkan dan tidak segera diistirahatkan dapat menimbulkan ketidaknyaman pada penglihatan.

Mata lelah atau astenopia adalah kondisi saat mata mengalami kelelahan karena terus-menerus digunakan atau bekerja.

Membaca, bekerja di depan komputer, dan melakukan perjalanan jauh dalam waktu lama adalah beberapa contoh kegiatan yang berisiko menyebabkan mata kelelahan.

Mata lelah merupakan kumpulan gejala, bukan sebuah penyakit mata tertentu.

Biasanya, hal ini bisa dengan cepat ditangani jika mengistirahatkan mata.

Kondisi ini umumnya bukanlah kondisi gawat darurat. Pencegahan umum di rumah, tempat kerja, dan di luar ruangan dapat membantu mengurangi kelelahan mata.

Namun terkadang, kelelahan mata adalah pertanda dari kondisi lain yang memerlukan perawatan medis.

Astenopia sangat umum terjadi. Jika menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar komputer, umumnya gejala itu akan lebih mudah muncul.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Mata lelah dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risikonya.

Selain mata yang terasa berat, terdapat beberapa gejala lain yang sering muncul dan harus Anda waspadai, di antaranya sebagai berikut.

American Academy of Ophthamology mengatakan bahwa melihat perangkat digital sebenarnya tidak merusak mata.

Akan tetapi, lama-lama hal ini bisa menimbulkan ketegangan dan gejala yang mengganggu pengelihatan.

Manusia biasanya berkedip selama 15 kali tiap menitnya. Namun, saat menatap ke layar gadget, jumlah kedipan akan menurun.

Kedipan mata bisa berkurang hingga setengah atau 3 kali lipatnya. Inilah yang menyebabkan mata cepat lelah karena dipaksa bekerja fokus menatap layar tanpa banyak berkedip.

Berkendara jarak jauh dan melakukan aktivitas lain yang memerlukan fokus jangka panjang.

Memaksakan melihat pada cahaya yang redup. Memiliki masalah pada mata, seperti mata kering atau penglihatan yang tidak diperbaiki (kesalahan pembiasan/refraksi).

Menghabiskan lebih dari empat jam per hari di depan layar komputer.

Melakukan aktivitas yang membuat mata lelah, seperti membaca dengan jangka waktu yang panjang, atau menonton TV terlalu lama.

Belum memeriksakan mata ke dokter untuk melihat apakah Anda memerlukan kacamata.

Dokter mata akan menanyakan pertanyaan tentang faktor yang dapat menyebabkan gejala. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan mata, termasuk menguji penglihatan Anda.

Stanford Health Care menyebut bahwa pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan rutin satu tahun sekali.

Konsultasikan dengan dokter ketika gejala mata lelah tak kunjung hilang dan Anda mulai merasakan pusing yang terus-menerus.

Umumnya, astenopia bisa disembuhkan dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Namun, beberapa orang memerlukan perawatan khusus untuk kondisi mata tertentu.

Bagi beberapa orang, mengenakan kacamata khusus untuk beberapa kegiatan tertentu, seperti menggunakan komputer atau membaca, dapat membantu mengurangi mata lelah.

Dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan latihan mata rutin untuk membantu mata fokus pada berbagai jarak berbeda.

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup sehari-hari.

Pengobatan rumahan berikut ini juga bisa Anda lakukan untuk mengatasi mata yang terasa berat.

Terdapat sejumlah cara yang bisa lakukan untuk mencegah terjadinya mata lelah (astenopia).

Dalam hal ini melakukan senam mata atau mempraktikkan metode 20-20-20 bisa menjadi solusi tepat untuk mengistirahakan mata sejenak.

Metode 20-20-20 berarti setiap 20 menit di depan layar gadget, kemudian istirahatkan mata selama 20 detik.

Hal ini dilakukan dengan mengalihkan pandangan dari layar gadget ke objek-objek yang berjarak minimal 20 kaki (6 meter) dari tempat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.