Opini, Nurdin: Jangan Asal Teriak

SABER, PALOPO  |  HARI Selasa, 27 September 2022 di depan Polres Palopo, berlangsung unjuk rasa oleh sekelompok mahasiswa terkait 12 rekannya yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sehubungan unjuk rasa beberapa bulan lalu di depan kantor Kejaksaan Negeri Palopo, berakibat meninggalkannya seorang satpam kantor tersebut.

Satu dari orator pengunjuk rasa (seorang wanita) dengan berapi-api mengobarkan semangat rekannya, katanya “Kawan kita yang 12 orang itu dikriminalisasi, dan seterusnya”.

Bacaan Lainnya

Sebagai orang yang berkecimpung di bidang ilmu hukum pidana. Tentu, merasa perlu meluruskan kalimat itu sebab logika berpikir tidak selalu sejalan dengan logika hukum.

Terminologi kriminalisasi dalam ilmu hukum pidana bermakna, suatu perbuatan yang dahulu bukan merupakan tindak pidana namun seiring perkembangan zaman, perbuatan tersebut sudah dianggap tercela dan merupakan tindak pidana.

Contoh sederhana ; Dahulu, jika seorang memberi hadiah atau fasilitas kepada pejabat bukanlah merupakan pelanggaran hukum (baca; UU). Akan tetapi, seiring perkembangan zaman pemberian hadiah atau fasilitas (gratifikasi) kepada pejabat adalah merupakan tindak pidana sehingga kemudian dituangkan ke dalam UU pemberantasan Tipikor.

Nah, merujuk makna kriminalisasi di atas, maka sangat tidak mungkin mahasiswa dikriminalisasi sebab yang dimaksud atau yang dapat dikriminalisasi menurut ilmu hukum pidana adalah perbuatan bukan orang atau organisasi dan seterusnya.

Itulah mengapa setiap kali bertemu mahasiswa di kampus, saya menyampaikan, bahwa untuk menjadi seorang orator handal harus banyak membaca dan sebelum berunjuk rasa, kuasai dahulu apa masalah yang akan disampaikan.

Jangan terkesan asal teriak dan lebih fatal lagi kalau Anda teriak, tidak paham apa yang Anda ucapkan.

Kekhawatiran saya, jangan-jangan oratornya bukan dari disiplin ilmu hukum. Dan ini banyak terjadi, persoalan hukum, misalnya, tapi yang teriak jurusan tata boga.

Ya, tentu tidak “nyambung”. Ibarat kalimat “Joko sembung main gitar, tidak nyambung dan berputar-putar”. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.