Otot Gede Bukan Jaminan Proporsional, Bang Tiwa Tegaskan Latihan Seimbang dari Kaki hingga Atas

SABER, PALOPO | Body proporsional itu bukan soal seberapa besar otot yang menonjol, melainkan tentang keseimbangan antara tinggi badan, berat badan, dan massa otot secara keseluruhan.

Tubuh yang proporsional terlihat serasi karena setiap bagian tubuh berkembang sesuai porsinya, tidak timpang, dan tidak berlebihan. Inilah alasan mengapa seseorang dengan otot sedang bisa terlihat lebih atletis dibanding mereka yang hanya mengejar ukuran otot.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo sekaligus advokat, yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat tentang kebugaran berbasis kesehatan.

Menurutnya, jika tinggi badan relatif pendek tetapi otot dibuat terlalu besar, itu justru bukan proporsional, melainkan terlihat janggal dan tidak seimbang bahkan sering disamakan seperti badut karena bagian tubuh tertentu tampak “menumpuk” tanpa alur yang harmonis. Otot besar yang tidak selaras dengan tinggi badan dan rangka justru menghilangkan estetika tubuh dan membuat postur terlihat berat ke atas.”ujarnya.

Bang Tiwa menegaskan bahwa tubuh yang proporsional dibangun dari bawah ke atas, dimulai dari kaki sebagai fondasi utama. Kaki yang kuat, seimbang dengan paha dan betis, akan menopang tubuh secara alami dan menciptakan alur yang rapi menuju pinggang, dada, hingga bahu. Mengabaikan keseimbangan kaki lalu hanya membesarkan tubuh bagian atas adalah kesalahan umum yang kerap terjadi di kalangan pegiat gym pemula maupun yang sudah lama.”jelasnya. Jumat (6/02/26).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ukuran otot seharusnya mengikuti struktur tulang dan panjang tubuh masing-masing individu. Setiap orang punya genetika berbeda, sehingga mengejar standar otot besar tanpa mempertimbangkan tinggi dan rangka hanya akan menghasilkan tubuh yang tampak penuh namun tidak serasi.

Proporsional berarti kanan dan kiri seimbang, atas dan bawah selaras, serta tidak ada bagian tubuh yang terlalu dominan.

Pada akhirnya, body proporsional adalah tentang harmoni, bukan pamer otot.

Bang Tiwa menutup dengan menekankan pentingnya pola latihan yang seimbang dari kaki hingga tubuh atas, dikombinasikan dengan berat badan ideal dan nutrisi yang tepat.

Sejalan dengan taglinya, “latihan beban adalah kesehatan jangka panjang,” ia mengingatkan bahwa tujuan utama kebugaran bukan sekadar penampilan, tetapi tubuh yang sehat, kuat, dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.”kuncinya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *