Perlu Diingat! 5 Bahaya Kopi Instan Wajib Diwaspadai

Ilustrasi (ist)

SABER  |  Di tengah kesibukan, beberapa orang memilih mengonsumsi kopi instan agar praktis.

Meski demikian, proses pembuatan dan komposisi kopi instan ini relatif berbeda dan ternyata bisa menimbulkan bahaya untuk kesehatan.

Bacaan Lainnya

Kopi instan atau kopi sachet dibuat dengan memanggang biji kopi, lalu dihancurkan menjadi bubuk.

Setelah itu, bubuk kopi murni tersebut diseduh dan dikeringkan lagi. Ini akan menghasilkan bubuk kristal kopi.

Namun, proses pembuatan ini menghilangkan beberapa zat gizi yang bermanfaat dari biji kopi.

Kopi sachet juga diberikan bahan-bahan tambahan untuk memperkaya rasa, seperti pemanis buatan dan krimer.

Tak jarang, kadar kopi murninya relatif lebih sedikit sehingga rasa berasal lebih banyak dari perisa kopi buatan.

Berikut 5 bahaya pada kopi instan apabila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang:

1. Kanker
Kopi instan mengandung acrylamide atau akrilamida. Keduanya punya potensi merugikan bagi kesehatan.

Berbagai studi menunjukkan bahwa senyawa akrilamida bisa meningkatkan risiko kanker dalam berbagai jenis.

Saat dikonsumsi, akrilamida diubah di dalam tubuh menjadi senyawa bernama glycidamide. Nantinya, glycidamide inilah yang menyebabkan mutasi dan merusak DNA sehingga memicu kanker.

Selain itu, senyawa ini dapat menumpuk di dalam tubuh dan berisiko menyebabkan neuropati atau hilangnya fungsi sistem saraf tepi

Studi terbitan European Food Safety Authority (2015) memang menemukan bahwa jumlah akrilamida dari kopi instan tidak cukup kuat untuk memicu risiko kanker.

2. Obesitas
Bahaya kopi instan lainnya adalah rentan mengalami berat badan berlebih hingga obesitas.

Tambahan gula pada kopi sachet tentu akan meningkatkan asupan kalori harian. Dalam 1 gram gula, ada tambahan 4 kkal kalori di dalam kopi.

Sayangnya, satu sachet kopi bahkan bisa mengandung gula hingga 13 gram. Artinya, sudah ada tambahan 52 kkal untuk satu sajian kopi instan.

Jika diminum terus-menerus dalam jumlah besar, hal ini akan memicu obesitas. Tentu, kondisi ini membuat rentan terhadap penyakit lainnya.

3. Diabetes
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, satu bungkus kopi instan bisa mengandung gula tambahan sebanyak 13 gram.

Faktanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan batas aman konsumsi gula harian sebesar 50 gram per hari.

Artinya, lebih dari seperempat asupan gula harian berasal dari satu sajian kopi instan.

Bukan hal yang asing bila asupan gula merupakan pemicu diabetes tipe 2.

Pasalnya, asupan gula berlebih bisa mengarah pada faktor risiko diabetes seperti kelebihan berat badan hingga obesitas.

4. Jantung
Tambahan krimer pada kopi instan mengandung lemak jenuh.

Perlu diketahui, bahaya lemak jenuh ini rentan meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Mengonsumsi kopi instan dengan jumlah besar secara rutin menimbulkan bahaya kolesterol jahat menumpuk di dalam pembuluh darah.

Hal ini membuat pembuluh darah tersumbat sehingga tekanan darah pun meningkat dan hipertensi.

5. Mengganggu Suasana Hati
Meski kadarnya lebih rendah, kopi instan tetap mengandung kafein. Kafein meningkatkan kadar senyawa katekolamin.

Jika katekolamin meningkat, tubuh akan memunculkan respons seperti ketakutan dan merasa terancam. Pada akhirnya, rasa cemas pun muncul.

Tak hanya itu, kandungan gula berlebih bisa menyebabkan masalah pada keseimbangan senyawa bernama endorfin pada otak.

Bahaya kopi instan justru berasal dari komposisi tambahannya, seperti gula atau pemanis buatan lainnya dan krimer.

Risiko yang ditimbulkan ini lebih mungkin terjadi jika mengonsumsinya setiap hari dengan jumlah lebih dari satu sachet per hari.

(hellosehat*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.