SABER, PALOPO | Latihan deadlift dan squat dinilai bukan sekadar tren olahraga di pusat kebugaran. Dua gerakan dasar ini justru disebut memiliki manfaat besar bagi kesehatan otot, tulang, hingga kualitas hidup jangka panjang. Hal tersebut disampaikan Bang Tiwa, influencer fitness asal Palopo, yang telah hampir dua dekade menekuni dunia gym.
Menurut Bang Tiwa, squat dan deadlift merupakan gerakan fungsional yang meniru aktivitas sehari-hari. “Squat itu seperti kita duduk dan berdiri. Deadlift itu seperti kita mengangkat barang dari lantai. Kalau dua gerakan ini kuat, aktivitas harian kita juga jadi lebih aman dan efisien,” ujarnya. Senin (16/2/26).
Ia menjelaskan, secara ilmiah manfaat latihan beban sudah banyak dibuktikan. Salah satunya penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Strength and Conditioning Research yang menyebutkan bahwa latihan compound seperti squat dan deadlift efektif meningkatkan kekuatan otot serta performa fungsional tubuh.
Selain itu, studi dalam Osteoporosis International juga menunjukkan bahwa latihan beban memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepadatan tulang dan membantu mencegah risiko osteoporosis.
Bang Tiwa menambahkan, manfaat kedua latihan tersebut tidak hanya untuk membentuk tubuh atletis. “Banyak orang pikir ini cuma untuk binaragawan. Padahal usia 40 tahun ke atas justru lebih butuh latihan seperti ini supaya otot tetap menjaga tulang, postur tetap tegak, dan tidak gampang cedera,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya teknik yang benar dan peningkatan beban secara bertahap. Menurutnya, kesalahan teknik justru bisa memicu cedera punggung atau lutut. Mulai dari beban ringan, kuasai gerakan dulu. Jangan ego angkat berat tapi form berantakan,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang tepat, Bang Tiwa menilai deadlift dan squat adalah investasi kesehatan jangka panjang. Bukan hanya untuk membangun otot, tetapi menjaga kekuatan tubuh agar tetap produktif dan aktif hingga usia lanjut.”kuncinya.(*)





