Pedasnya Ramadan Hari Pertama: Harga Cabai di Pasar Sentral Palopo Bikin Emak-Emak Menangis

SABER, PALOPO | Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, suasana belanja di Pasar Sentral Palopo diwarnai keluhan para pembeli akibat lonjakan harga cabai yang signifikan. Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini menembus angka Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan ini terasa “pedas” bagi masyarakat yang tengah bersiap memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa.

Nurhayati (38), seorang ibu rumah tangga yang ditemui di sela aktivitas belanjanya, mengaku terkejut dengan kenaikan harga tersebut. Ia mengatakan, kebutuhan cabai di bulan Ramadan biasanya meningkat karena banyak menu berbuka dan sahur yang membutuhkan bahan tersebut. “Baru hari pertama sudah melonjak tinggi. Mau tidak mau harus dikurangi belinya, supaya cukup untuk kebutuhan lain,” ujarnya. Kamis (19/2/26).

Bacaan Lainnya

Sejumlah pedagang menyebut lonjakan harga dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Ramadan yang tidak sebanding dengan pasokan dari petani. Faktor cuaca yang kurang mendukung dalam beberapa pekan terakhir juga disebut memengaruhi hasil panen, sehingga distribusi cabai ke pasar menjadi terbatas.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pembeli rumah tangga, tetapi juga pedagang kuliner di sekitar pasar. Beberapa pemilik warung makan mengaku harus menyiasati penggunaan cabai agar tidak merugi. Ada yang mengurangi tingkat kepedasan pada masakan, ada pula yang mempertimbangkan kenaikan harga menu secara bertahap.

Masyarakat berharap pemerintah kota Palopo dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan pokok selama Ramadan. Operasi pasar dan pengawasan distribusi dinilai penting agar lonjakan harga tidak terus berlanjut dan semakin membebani warga hingga menjelang Idulfitri.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *