SABER, PALOPO | (OPINI). Sebagai Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo yang peduli pada kesehatan jangka panjang, saya memandang leg day sebagai fondasi utama dalam membangun tubuh yang kuat dan berumur panjang. Leg day sangat penting karena otot kaki merupakan fondasi utama tubuh.
Hampir seluruh aktivitas harian berjalan, berdiri, duduk, naik tangga bertumpu pada kekuatan kaki. Jika otot kaki lemah, tubuh akan cepat lelah, postur menjadi buruk, dan risiko cedera meningkat. Ibarat sebuah bangunan, kaki adalah pondasinya sekuat apa pun bagian atasnya, tanpa pondasi yang kokoh semuanya akan rapuh.
Selain menopang tubuh, latihan kaki juga berperan besar dalam meningkatkan kekuatan secara keseluruhan. Otot kaki seperti paha, betis, dan glute merupakan kelompok otot terbesar dalam tubuh. Ketika dilatih secara serius, tubuh merespons dengan meningkatkan hormon pertumbuhan yang berdampak pada perkembangan otot lain. Inilah alasan mengapa leg day tidak hanya membentuk kaki, tetapi juga memberi efek positif pada kekuatan tubuh secara menyeluruh.
Leg day juga sangat penting untuk keseimbangan dan stabilitas tubuh. Kaki yang kuat membantu menjaga koordinasi gerak, keseimbangan, serta kontrol tubuh saat bergerak. Hal ini berperan besar dalam mencegah cedera, terutama pada lutut, pinggang, dan punggung bawah. Banyak orang mengalami masalah sendi bukan karena latihan berat, tetapi karena otot kaki yang jarang dilatih dan tidak siap menopang beban tubuh.
Dari sisi estetika, latihan kaki membuat proporsi tubuh terlihat lebih ideal dan seimbang. Upper body yang besar memang menarik, tetapi tanpa kaki yang sepadan, penampilan tubuh menjadi timpang. Tubuh yang proporsional bukan hanya soal gaya, melainkan cerminan fungsi tubuh yang bekerja secara harmonis antara bagian atas dan bawah.
Sebagai catatan kritis yang agak tajam tapi jujur, badan besar dengan kaki kecil sering kali justru jadi bahan senyum di gym. Upper body tampak gagah, dada bidang, bahu lebar, tapi ke bawah kakinya kecil bagaikan kepiting baka badannya gede, tapi kakinya tipis. Ada juga istilah “badan besar tapi kaki lidi,” terlihat kuat dari atas, tapi seperti tidak sanggup menopang tubuh sendiri. Humor ini memang pedas, namun pesannya jelas jangan bangga dulu kalau leg day masih sering diskip.
Pada akhirnya, leg day bukan sekadar hari latihan yang berat, tetapi simbol komitmen terhadap kekuatan yang utuh. Kaki adalah penopang utama tubuh dan kunci dari performa, kesehatan, serta proporsi fisik yang seimbang. Mau olahraga apa pun, sekuat apa pun upper bodymu, kuncinya tetap ada di kaki. Tanpa kaki yang kuat, semua kekuatan lain hanya jadi pajangan.(*)
Oleh: Bang Tiwa, Influencer fitness asal Palopo







