SABER, PALOPO | Memasuki hari keenam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dampaknya mulai dirasakan hingga ke pasar tradisional di daerah. Di Pasar Sentral Niaga Palopo, Palopo, harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako dilaporkan mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar tersebut mengeluhkan lonjakan harga yang dinilai cukup memberatkan. Beberapa komoditas dapur seperti bawang putih, bawang merah hingga cabai rawit mengalami kenaikan harga hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Salah seorang pembeli mengungkapkan bahwa harga bawang putih yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram dan kini mencapai Rp45 ribu per kilogram.”ujarnya saat ditemui wartawan satuberita. Jumat (6/3/26).
Komoditas yang paling terasa bagi para ibu rumah tangga adalah cabai atau lombok. Harga cabai yang sebelumnya berkisar Rp35 ribu per kilogram kini melonjak tajam hingga berada di kisaran Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut membuat para pembeli mengaku harus mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
Para ibu rumah tangga berharap Pemerintah Kota Palopo dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar. Mereka meminta pemerintah melakukan pengawasan distribusi serta memastikan ketersediaan stok agar lonjakan harga sembako tidak semakin memberatkan masyarakat, khususnya kalangan keluarga kecil yang sangat bergantung pada harga pasar harian.(*)





