Bang Tiwa : Datang Ke Gym Niat Dada, Pulang Lupa Kaki

SABER, PALOPO | (OPINI). Kenapa harus leg day? Jujur saja, ini pertanyaan klasik di gym. Banyak yang rajin bench press, rajin curl, tapi begitu dengar squat langsung ngilang. Padahal kalau mau bicara tubuh yang benar-benar sehat dan fungsional, leg day itu bukan pilihan, tapi kewajiban.

Saya sering bilang ke anak-anak gym, otot kaki itu mesin utama tubuh. Paha dan glutes adalah gudang otot terbesar. Kalau bagian ini dilatih, pembakaran energi naik, gula darah lebih terkontrol, dan metabolisme jalan. Jadi kalau kamu olahraga tapi gula darah tetap naik dan badan gampang capek, bisa jadi karena kaki kamu jarang disentuh barbel.

Bacaan Lainnya

Masalahnya, banyak orang latihan cuma kejar cermin, bukan fungsi. Upper body besar tapi kaki lemah itu ibarat badan gagah tapi fondasi keropos. Mau jalan jauh cepat capek, naik tangga ngos-ngosan, sedikit lari lutut sakit. Ini bukan soal umur, ini soal kaki yang tidak pernah dilatih dengan benar.

Leg day juga bukan cuma soal otot, tapi soal masa depan. Squat, lunge, deadlift itu melatih keseimbangan, sendi, dan tulang. Di usia tua nanti, yang bikin orang kehilangan kemandirian bukan karena tidak punya dada bidang, tapi karena kaki tidak kuat menopang tubuh sendiri.

Opini saya tegas kalau kamu bilang “saya gym biar sehat” tapi masih sering skip leg day, berarti konsep sehatmu masih keliru. Leg day itu bukan bikin kamu jelek, justru bikin tubuhmu utuh. Kaki kuat, hidup lebih panjang dan lebih mandiri.(*)

Oleh: Bang Tiwa seorang Influencer Fitness

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *