SABER, PALOPO | Dalam dunia fitness yang penuh hiruk-pikuk motivasi instan, influencer fitness sekaligus advokat/pengacara asal Palopo, Bang Tiwa, kembali mengingatkan para pemula bahwa perjalanan membentuk tubuh bukanlah perlombaan cepat.
Menurutnya, banyak orang yang datang ke gym dengan ekspektasi berlebihan ingin cepat kurus, cepat berotot, atau cepat “jadi” padahal fitness adalah proses jangka panjang. Gym itu marathon, bukan sprint. Yang kuat bertahan, dialah yang menang,” ujarnya. Selasa (2/12/25).
Bang Tiwa menuturkan bahwa kesalahan umum para pemula adalah ingin melihat hasil dalam hitungan hari atau minggu. Mereka memaksakan latihan terlalu berat, mencoba semua alat sekaligus, hingga akhirnya kelelahan atau cedera.
Bukan kuat di awal, tapi konsisten sepanjang jalan. Satu persen lebih baik setiap hari itu jauh lebih besar dampaknya dibanding latihan memaksakan diri dua minggu lalu berhenti selamanya,” katanya.
Selain konsistensi, Bang Tiwa menekankan pentingnya edukasi dalam berlatih. Ia mengajak setiap pemula untuk memahami dasar-dasar latihan, teknik yang benar, hingga pola istirahat yang cukup. Menurutnya, banyak orang yang gagal bukan karena kurang semangat, tetapi karena salah cara. “Ilmu itu bagian dari progress. Jangan malu bertanya, jangan gengsi belajar,” tuturnya.
Sebagai seorang advokat, ia juga menyamakan proses ini dengan menangani perkara hukum butuh strategi, kesabaran, dan langkah yang terukur.
Untuk menjaga semangat tetap stabil, Bang Tiwa menegaskan bahwa mentalitas tahan lama adalah fondasi utama. Ia menyebut bahwa perjalanan di gym seringkali penuh godaan untuk menyerah mulai dari rasa malas, tidak percaya diri, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Yang kamu lawan itu bukan orang lain, tapi versi dirimu kemarin. Kalau kamu datang ke gym hari ini, itu sudah kemenangan,” katanya.
Berbicara soal kesabaran, Bang Tiwa bahkan sempat berkelakar bahwa proses membentuk badan itu mirip menunggu tukang servis datang ke rumah dijanjikan jam 10 pagi, tapi munculnya jam 3 sore. “Yang penting datang, walaupun lama,” candanya.
Ia menambahkan, banyak pemula ingin badan langsung berubah setelah dua kali latihan, padahal makan ayam geprek tiap hari selama lima tahun saja tidak pernah protes.
Masa mau bentuk otot cuma seminggu sudah menyerah? Otot itu bukan mie instan, bro, tinggal seduh langsung jadi,” ujarnya sambil tertawa.
Dengan pesan ini, Bang Tiwa berharap semakin banyak orang memahami bahwa fitness adalah perjalanan panjang yang harus dinikmati, bukan dikejar secara terburu-buru.(*)







