Dooooorrr…,,,, Arifin Tewas, Begini Kronologisnya ~ Satu Berita

oleh

MESUJI, SATU BERITA | Diduga lantaran hutang piutang yang melilitnya nasib naas dialami oleh Arifin (48) Yang merupakan warga desa sidomulyo kecamatan mesuji kabupaten mesuji harus menghembuskan napas terakhirnya akibat korban penembakan di teras rumahnya dan di hadapan sang istri dan anaknya yang masih berusia 3 dan 5 tahun, sekitar pukul 12.00, Kamis, (11/4/19).

Menurut keterangan saksi mata, Yuli (35), yang merupakan istri Korban, menjelaskan sedikit kronologis kejadian tersebut. Dirinya mengatakan pada saat siang hari itu ia melihat suaminya didatangi dua orang yang bertamu yaitu MJ dan Jo yang merupakan warga Sungai Ceper. Begitu datang langsung Adu mulut (cekcok) dan menembak suaminya berkali-kali. Ucapnya.

Yuli juga menceritakan bahwa suaminya sempat berlari ke dalam rumah untuk menghindar dari pelaku namun tetap dikejar pelaku hingga dapat dan dihabisi dengan Sebilah pisau dan akhirnya suaminya menghembuskan nafas terakhir di tempat. Lanjutnya.

Setelah pelaku melihat korban terjatuh dan berlumuran darah pelaku langsung pergi dan kabur Melarikan diri meninggal kan kediaman korban,” ujarnya.

Menurut Yuli, kedua pria tersebut datang untuk menagih hutang kepada suaminya kurang lebih Rp 15 juta. Karena Suaminya belum bisa membayar hutang tersebut akhirnya mereka bertiga pun saling cekcok di teras rumahnya.

Arifin sempat dibawa ke RSUD Ragap Begawi Caram Mesuji namun akibat korban mengalami luka yang serius pada bagian dada dan perut dan bahu bekas tembakan dan tusukan pisau, akhirnya korban tidak bisa tertolongkan lagi dan harus menghembuskan nafas terakhir.

Korban meninggalkan 2 orang isteri dan 7 anak, keluarga korban menangis histeris ketika mengantarkan Korban ke rumah sakit namun Korban tidak bisa terselamatkan.

Yuli mengharapkan agar pihak Kepolisian cepat menangkap kedua pelaku pembunuh keji yang menimpa suaminya dan meminta lembaga peradilan hukum supaya dapat menghukum seberat-beratnya.

Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo membenarkan kejadian tersebut.(*)

Reporter: Tony

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *