SABER, LUWU | PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Kecamatan Latimojong. Program ini difokuskan pada upaya deteksi dini penyakit kronis dan penyakit menular sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Rabu (28/01/26).
Program pemeriksaan dan pengobatan gratis ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang telah dijalankan MDA sejak tahun 2022. Sejak 2024, cakupan pelaksanaannya diperluas hingga menjangkau 12 desa di Kecamatan Latimojong, mulai dari Desa Rante Balla hingga Desa Pangi sebagai desa terluar. Melalui pendekatan layanan jemput bola, MDA menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat guna memperluas akses layanan medis, khususnya di wilayah terpencil.
Pada periode pelaksanaan kali ini, kegiatan berlangsung selama empat hari, yakni pada 15 hingga 18 Januari 2026. Sebanyak 597 warga tercatat mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, dengan sekitar 42 persen di antaranya merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta pemberian obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan. Dalam proses tersebut, tenaga kesehatan juga melakukan identifikasi awal terhadap indikasi penyakit kronis maupun penyakit yang berpotensi menular di lingkungan masyarakat.
Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan bahwa deteksi dini menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program kesehatan ini. Melalui program pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini, MDA ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini. Deteksi awal sangat penting agar potensi penyakit kronis dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi lebih serius, terutama pada kelompok lansia, sekaligus untuk menekan risiko penyebaran penyakit menular,” ujar Mustafa.
Ia menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada periode ini, beberapa penyakit yang paling banyak ditemukan di antaranya myalgia (nyeri otot) dan hipertensi. Temuan tersebut menjadi dasar perlunya langkah pencegahan lanjutan melalui edukasi kesehatan serta pemantauan berkala.
“Dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa-desa, kami berharap masyarakat tidak lagi menunda pemeriksaan maupun pengobatan karena keterbatasan jarak dan fasilitas. Ke depan, MDA akan terus mendorong program-program kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan program ini, MDA menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional secara berkelanjutan, sejalan dengan upaya perusahaan membangun hubungan yang harmonis dan berjangka panjang dengan masyarakat lokal.(*)







