SABER, PALOPO | Konsistensi olahraga masih sering disalahpahami oleh masyarakat sebagai keharusan untuk berolahraga setiap hari. Padahal, menurut Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo yang juga berprofesi sebagai advokat, makna konsisten yang sesungguhnya bukan soal frekuensi harian, melainkan keteraturan dan keberlanjutan.
Dalam penjelasannya, Bang Tiwa menegaskan bahwa konsisten olahraga adalah melakukan aktivitas fisik secara teratur, terencana, dan sesuai kemampuan tubuh, sehingga bisa dijalani dalam jangka panjang tanpa berhenti di tengah jalan. “Banyak orang kuat olahraga seminggu tiap hari, tapi habis itu berhenti sebulan. Itu bukan konsisten,” ujarnya. Senin (12/01/26).
Ia menjelaskan, konsistensi ditandai dengan adanya pola yang jelas. Misalnya, seseorang sudah menetapkan jadwal olahraga tiga kali seminggu dan benar-benar menjalankannya setiap minggu. Bukan latihan berat hari ini karena ikut teman, besok latihan lagi tanpa arah, lalu minggu berikutnya sama sekali tidak olahraga. Pola yang terjaga inilah yang disebut konsisten.
Bang Tiwa mencontohkan, seorang pekerja yang memutuskan pergi ke gym setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Di hari Senin melatih otot dada dan lengan, Rabu melatih punggung dan bahu, lalu Jumat fokus melatih kaki. Pola ini diulang setiap minggu. Meski durasi latihan hanya sekitar satu jam dan bebannya tidak selalu berat, kebiasaan tersebut dinilai jauh lebih konsisten dibanding orang yang datang ke gym setiap hari selama satu minggu penuh, lalu menghilang berbulan-bulan karena kelelahan.
Contoh lain, lanjutnya, adalah masyarakat yang tidak pergi ke gym tetapi rutin jalan cepat atau lari ringan selama 30 menit setiap Selasa dan Minggu pagi. Aktivitas sederhana ini, jika dilakukan terus-menerus selama berbulan-bulan, sudah termasuk konsisten karena dilakukan teratur dan berdampak langsung pada kesehatan jantung serta stamina tubuh.
Menurut Bang Tiwa, konsistensi juga berarti mengatur intensitas latihan dan memberi waktu istirahat. Seseorang boleh saja berolahraga setiap hari, namun tidak semua hari diisi latihan berat. Hari latihan beban sebaiknya diselingi dengan hari kardio ringan, stretching, atau jalan santai agar tubuh tetap aktif tanpa dipaksa bekerja berlebihan.
Sebagai advokat, Bang Tiwa juga menekankan pentingnya pemahaman yang benar agar masyarakat tidak salah kaprah. “Konsisten itu soal komitmen jangka panjang. Lebih baik olahraga tiga sampai empat kali seminggu secara teratur selama bertahun-tahun, daripada olahraga setiap hari tapi hanya kuat satu atau dua minggu,” tegasnya.
Ia berharap edukasi ini dapat membantu publik memahami bahwa konsistensi olahraga bukan tentang terlihat paling rajin, melainkan tentang menjaga tubuh tetap sehat, kuat, dan bugar dalam jangka panjang.”kuncinya (*)







