SABER, PALOPO | Menjaga massa otot di usia lanjut menjadi salah satu kunci utama untuk mempertahankan kualitas hidup. Hal tersebut disampaikan oleh Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo sekaligus advokat, yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat sejak dini.
Bertambahnya usia secara alami menyebabkan penurunan massa dan kekuatan otot atau yang dikenal dengan sarkopenia. Kondisi ini, jika dibiarkan tanpa upaya pencegahan, dapat berdampak serius pada kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas harian. Otot kuat, tulang pun kuat. Ini bukan sekadar slogan, tapi fakta ilmiah yang harus dipahami masyarakat,” ujarnya. Minggu (28/12/25).
Dirinya juga menjelaskan, massa otot yang terjaga memungkinkan seseorang tetap mandiri di masa tua. Aktivitas sederhana seperti berjalan, berdiri dari kursi, menjaga keseimbangan, hingga membawa barang ringan sangat bergantung pada kekuatan otot. Tanpa otot yang cukup, lansia berisiko mengalami penurunan fungsi tubuh dan ketergantungan pada orang lain.
Selain itu, kata dia, tingginya risiko jatuh pada usia lanjut yang sering berujung pada cedera serius. Otot yang kuat berperan penting dalam menjaga stabilitas tubuh dan melindungi sendi serta tulang. Banyak kasus patah tulang pada lansia berawal dari lemahnya otot penyangga,” katanya.
Dari sisi kesehatan, massa otot juga berperan besar dalam menjaga metabolisme tubuh. Otot membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Karena itu, latihan kekuatan bukan hanya soal penampilan, tetapi investasi kesehatan jangka panjang.
Ia menambahkan, kekuatan otot berbanding lurus dengan kesehatan tulang. Gerakan dan beban yang diterima otot saat berlatih akan merangsang kepadatan tulang sehingga mencegah osteoporosis. Semakin aktif otot bekerja, semakin kuat tulang menopang tubuh,” jelasnya.
Terakhir, Bang Tiwa katakan untuk generasi muda hingga usia lanjut untuk mulai membangun dan menjaga massa otot melalui latihan beban yang terukur, pola makan tinggi protein, serta konsistensi gaya hidup aktif. Jangan menunggu tua untuk hidup sehat. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup kita di masa depan,” pungkasnya.(*)







