Protein Murah Tetap Efektif, Influencer Fitness Asal Palopo Ungkap Cara Hemat Bangun Otot

SABER, PALOPO | Membangun otot tidak selalu harus menguras kantong. Anggapan bahwa pola makan tinggi protein identik dengan biaya mahal ditepis oleh Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo yang juga berprofesi sebagai advokat mengatakan dengan pemilihan bahan makanan yang tepat, siapa pun bisa membentuk otot secara efektif tanpa bergantung pada suplemen mahal.

“Banyak orang salah kaprah, seolah-olah mau berotot harus beli whey protein atau daging mahal. Padahal, bahan lokal yang murah justru sangat efektif kalau dikonsumsi dengan benar,” ujar Bang Tiwa yang sudah 18 tahun di dunia gym. Rabu (31/12/25).

Bacaan Lainnya

Bang Tiwa menjelaskan, telur utuh merupakan sumber protein paling ekonomis dan mudah didapat. Satu butir telur mengandung sekitar 6–7 gram protein berkualitas tinggi serta asam amino leusin yang berperan penting dalam proses pembentukan otot. Konsumsi dua hingga tiga butir telur per hari, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi diet masing-masing.

Selain telur, dada ayam juga menjadi pilihan utama bagi pegiat kebugaran. Dalam 100 gram dada ayam terkandung sekitar 22–24 gram protein dengan kadar lemak yang rendah. Dada ayam jauh lebih murah dibanding daging sapi dan sangat cocok untuk diet maupun cutting, asal cara masaknya direbus atau dipanggang, bukan digoreng,” jelasnya.

Untuk sumber protein laut, Bang Tiwa merekomendasikan ikan kembung atau pindang. Selain harganya terjangkau, ikan lokal ini mengandung sekitar 20 gram protein per 100 gram serta kaya omega-3 yang membantu pemulihan otot setelah latihan. Nilainya malah lebih baik dari ikan mahal kalau dilihat dari manfaatnya,” katanya.

Dari protein nabati, tempe dan tahu tetap menjadi andalan masyarakat. Tempe mengandung sekitar 18–20 gram protein per 100 gram serta serat yang baik untuk pencernaan. Sementara tahu cocok sebagai lauk harian yang murah dan mudah diolah, meski perlu dikonsumsi dalam porsi lebih besar agar kebutuhan protein tercukupi.

Namun demikian, Bang Tiwa mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan makanan murah yang kurang optimal. Produk olahan seperti bakso, sosis, nugget, dan mi instan dinilai rendah protein dan tinggi lemak, sehingga tidak efektif untuk tujuan pembentukan otot,”

“Yang paling ideal dan hemat itu kombinasinya telur, tempe, dan dada ayam. Ini trio lengkap, murah, dan asam aminonya saling melengkapi,” pungkas Bang Tiwa.

Sebagai advokat, Bang Tiwa menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Hidup sehat bukan soal status ekonomi, melainkan soal pengetahuan dan konsistensi. Otot itu dibangun dari disiplin, bukan dari harga makanan,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *