Rektor Siap Bagikan Voucher Beasiswa Senilai Rp2,5 Miliar di Acara Open Campus 2026 Sore Ini

SABER, PALOPO  |  Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Sebanyak Rp2,5 Miliar dialokasikan untuk beasiswa dalam bentuk voucher “Golden Pass” bagi calon mahasiswa baru. Beasiswa tersebut rencananya akan diserahkan secara simbolis hari ini, Kamis, 5 Maret 2026, dalam perhelatan ‘UMB Palopo Open Campus 2026’ yang dirangkaikan dengan agenda Buka Puasa Bersama.

Bacaan Lainnya

Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof. Nilawati Uly, menyampaikan bahwa penyerahan secara simbolis akan dilakukan kepada para kepala sekolah yang hadir. “Insya Allah, kami kembali menyiapkan beasiswa bagi calon pendaftar dalam bentuk Golden Pass. Penyerahan secara simbolis kepada kepala sekolah dilakukan hari ini bertepatan dengan acara Open Campus dan Buka Puasa Bersama,” ujar Prof. Nilawati, Rabu (4/3).

Menurutnya, program ini merupakan bentuk apresiasi pihak yayasan atas besarnya kepercayaan masyarakat terhadap UMB Palopo. Hal ini juga mempertegas posisi UMB Palopo sebagai perguruan tinggi yang inklusif dengan biaya kuliah terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas.

Secara teknis, beasiswa dari yayasan ini berupa potongan SPP serta pembebasan biaya pendaftaran melalui voucher Golden Pass. Voucher tersebut nantinya akan terkonversi saat pendaftar resmi menjadi mahasiswa. Program khusus ini berlaku selama masa pendaftaran Gelombang (Batch) 2 yang akan berakhir pada 2 April 2026.

Selain fokus di bidang pendidikan, UMB Palopo juga memperluas jangkauan manfaatnya melalui penyaluran bantuan sosial kemasyarakatan. Bantuan tersebut menyasar pembangunan rumah ibadah, panti asuhan, hingga sekolah-sekolah di sekitar dengan total Bantuan sebanyak Rp40.000.000 yang juga akan diserahkan pada momentum tersebut nanti sore,

“Alhamdulillah, selain untuk pendidikan, hari ini kami juga menyerahkan bantuan sosial kemasyarakatan. UMB Palopo berupaya untuk senantiasa memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi masyarakat di lingkungan sekitar,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *