SABER | Terkadang kita tidak terlalu memperhatikan seberapa sering kita mengganti sikat gigi.
Ketika kita melihat bulu sikat gigi sudah rusak, saat itulah biasanya kita mengganti sikat gigi.
Mulut adalah salah satu sumber bersarangnya bakteri? Ya, itulah mengapa menjaga kesehatan mulut sangatlah penting, sebab mulut menjadi tempat pertama terjadinya pencernaan makanan.
Makanan yang kita makan akan dicerna di mulut dengan enzim-enzim yang ada pada mulut.
Lalu proses pencernaan makanan dilanjutkan ke kerongkongan, dicerna oleh lambung, lalu diserap oleh usus.
Menjaga kesehatan mulut dapat dilakukan dengan rajin menyikat gigi.
Menyikat gigi pun harus dilakukan dengan benar dan mencapai ke ujung gigi, sebab bakteri dapat berkembang biak di tempat-tempat tersembunyi pada bagian gigi.
Gerakannya harus dilakukan dengan cara memutar, tidak hanya searah. Kita pun harus memilih sikat gigi yang nyaman dipakai dan tidak melukai gusi.
Bakteri atau mikroorganisme dapat berpindah ke sikat gigi. Tempat untuk menaruh atau menyimpan sikat gigi pun belum tentu steril.
Seperti yang biasanya orang-orang lakukan, sikat gigi biasanya disimpan di tempat terbuka di dekat toilet, hal ini tentu yang bisa menjadi salah satu penyebab sikat gigi kita dihinggapi mikroorganisme.
Belum lagi, setelah menyikat gigi, sikat gigi akan basah, menyebabkan risiko bakteri berkembang cukup besar. Itulah mengapa penting bagi setiap orang untuk rutin mengganti sikat gigi.
Sebab belum cukup banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa bakteri yang bersarang pada sikat gigi mampu menyebabkan penyakit pada bagian mulut.
Masalah gigi dan mulut biasanya disebabkan karena bakteri yang ada pada mulut sendiri.
Odol atau pasta gigi yang digunakan biasanya memiliki komponen anti-germ, di mana komponen ini mampu membuat mikroorganisme sulit bertahan.
Tetapi, bakteri menyukai tempat yang lembap sehingga harus memastikan sikat gigi selalu kering setelah dipakai dan taruhlah sikat gigi pada tempat yang kering.
Berdasarkan informasi dari American Dental Association, ternyata sebaiknya kita mengganti sikat gigi setiap tiga sampai empat bulan sekali.
Jika menggunakan sikat gigi yang dapat diganti kepalanya atau sikat gigi elektrik, gantilah kepala sikat itu dalam jangka waktu tiga sampai empat bulan.
Jika bulu sikat telah rusak, sebaiknya juga segera diganti. Bulu sikat yang telah rusak dapat melukai gusi, membuat gusi menjadi berdarah.
Namun, selain karena bulu sikat yang rusak, gusi yang berdarah bisa juga disebabkan karena gusi yang sensitif.
Jika hal ini terjadi berkali-kali, periksakan ke dokter sehingga tahu produk perawatan gigi dan gusi yang baik.
Jadi, jika gusi sensitif, jangan sampai menunggu bulu sikat rusak baru mengganti sikat gigi. Perdarahan pada gusi tidak boleh disepelekan.
Selain itu, sikat gigi anak-anak harus lebih sering diganti dibanding orang dewasa.
Anak-anak sering menggigit sikat gigi, jadi kemungkinan bulu sikat giginya akan lebih cepat rusak dibanding dengan milik orang dewasa.
Tidak hanya tekstur bulu sikat, juga harus memperhatikan perubahan warna pada sikat. Jika sikat sudah berubah warna, saat itulah sudah harus mengganti sikat gigi.(hellosehat*)







