PALOPO – SATU BERITA | Maraknya intoleransi dan tindakan radikalisme atas kelompok atau golongan tertentu, merupakan embrio tumbuhnya tindakan ekstrimisme hingga Terorisme.
Sebagai negara dengan keberagaman suku, budaya hingga keyakinan, tidak membuat Indonesia luput dari sasaran bertumbuhnya faham fundamentalisme, yang dapat tumbuh sebagai tindakan kekerasan.
Berlangsungnya kegiatan Sosialosasi Mencegah paham radikalisme berbasis kekerasan ditengah Masyarakat” Oleh Forum Keserasian Sosial “Sipatuo” Kel. Dangerakko diselenggarakan di kantor Kec. Wara Jl. Guttu Patalo, Jumat, 14/09/2018.
Yang di ikuti 100 Orang Warga Kelurahan Dangerakko Palopo itu disambut antusias dan mata terfokus.
Kegiatan dihadiri Pemateri, Plt. Kepala Dinas Sosial Palopo, M. Tahir, Camat Wara Palopo Arham S.ST. Lurah Dangerakko Kirawan SH,
Bhabimkamtibnas Dangerakko H. Ruslan Shimer, dan dilanjutkan dibukanya acara oleh Assisten I Burhanuddin.
Dalam materi kegiatan tersebut melayangkan, Generasi muda masa kini sebagai kelompok yang mudah dipengaruhi dan menirukan sikap dan perilaku dari kelompok tertentu, yang berkepentingan menyebarkan ajaran atau ideologinya.
Aksi intoleransi dan radikalisme yang mengarah pada tindakan ekstrimisme, merupakan reaksi pribadi atas fenomena sosial yang terjadi, dimana hal tersebut berbeda dari yang diyakininya.
“Itu tumbuh dan berkembang atas reaksi yang sekarang, fenomena-fenomena sosial yang sekarang direaksi mereka, kemudian mereaksinya keliru, mereaksi dengan etnosentri, mereaksi dengan keyakinannya sendiri, tapi tidak mereaksi dengan kebersamaan, karena dirinya sendiri tidak ada kontrol orang lain, jadi ekstrimis,” ucap Pemateri.
Ditambahkan Asistan I Sosialisasi positif adalah tanggung jawab RT/RW selalu proaktif komunikasi warga setempat kita, agar lebih mengenal Masyarakatnya.
(andri)







