Tidak Semua Yang Ke Gym Itu Sehat, Otot Bisa Dibangun, Tubuh Juga Bisa Dirusak

SABER, PALOPO | (OPINI). Bro sis, saya Bang Tiwa dari Palopo. Lebih dari delapan belas tahun saya hidup di dunia fitness, dan satu hal yang selalu saya tekankan ke anak-anak gym tidak semua yang ke gym itu otomatis sehat. Gym bisa jadi alat kesehatan, tapi bisa juga jadi sumber masalah kalau dijalani tanpa ilmu dan kontrol diri.

Pertama, banyak cedera di gym bukan karena olahraganya, tapi karena teknik angkat yang salah dan nafsu menaikkan beban berlebihan. Jurnal tentang profil cedera pengunjung gym menunjukkan bahwa cedera otot, sendi, hingga tulang belakang paling sering disebabkan oleh teknik yang buruk dan beban yang tidak sesuai kemampuan. Bro sis, otot bisa dibangun pelan-pelan, tapi kalau tulang belakang rusak, penyesalannya bisa seumur hidup.

Bacaan Lainnya

Kedua, latihan berlebihan tanpa istirahat adalah masalah serius. Overtraining itu nyata, bukan mitos. Tubuh butuh recovery. Tanpa istirahat yang cukup, risikonya mulai dari kelelahan kronis, gangguan tidur, penurunan imun, sampai cedera berulang. Banyak penelitian olahraga menegaskan bahwa latihan keras tanpa pemulihan justru menurunkan kesehatan, bukan meningkatkannya. Ingat, lebih lama latihan tidak selalu berarti lebih sehat.

Ketiga, ini yang paling berbahaya: penyalahgunaan steroid dan suplemen tanpa kontrol ilmu. Beberapa jurnal mencatat tingginya penggunaan anabolic steroids di kalangan pengguna gym demi mengejar tubuh besar instan. Dampaknya bukan main-main: gangguan hormon, risiko penyakit jantung, kerusakan hati, hingga perubahan emosi yang ekstrem. Latihan lima hari seminggu tapi dibarengi steroid ilegal? Itu bukan fitness, itu perjudian dengan nyawa.

Keempat, pola makan dan suplemen juga sering disalahpahami. Ada yang mengira “tidak makan enak itu sehat”, ada juga yang minum protein shake tiap jam tanpa hitung kebutuhan tubuh. Suplemen tanpa perhitungan nutrisi justru bisa membebani ginjal, pencernaan, dan metabolisme. Suplemen itu pendukung, bukan pengganti makanan dan bukan jalan pintas.

Kelima, dari sisi mental pun gym bisa jadi tidak sehat. Saya sering melihat anak gym yang terobsesi dengan ukuran tubuh, kurang tidur, stres tinggi, dan selalu merasa “tidak cukup” meskipun sudah fit. Riset tentang body dysmorphia dan kecanduan olahraga membuktikan bahwa obsesi berlebihan pada fisik bisa merusak kesehatan mental.

Kesimpulan versi Bang Tiwa:
Gym itu alat, bukan jalan pintas. Yang menentukan gym itu sehat atau tidak adalah:
✔ teknik latihan yang benar
✔ beban sesuai kemampuan
✔ istirahat dan recovery yang cukup
✔ suplemen sebagai pendukung, bukan pokok
✔ mindset realistis, bukan “besar dalam seminggu”.

Kalau semua itu dilewati tanpa disiplin ilmu, hasilnya bukan sehat, tapi cedera, hormon berantakan, dan masalah kesehatan jangka panjang.

Bro sis, tujuan utama ke gym itu kesehatan jangka panjang, tulang kuat, otot fungsional, metabolisme baik, dan tubuh tetap mandiri sampai tua. Body bagus itu bonus, bukan tujuan utama. Jangan korbankan masa depan tubuhmu cuma demi gaya sesaat. Lebih baik progres pelan tapi panjang umur, daripada terlihat gagah sekarang tapi rusak di kemudian hari.(tw*)

Oleh: Bang Tiwa Influencer Fitness Palopo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *