SABER, PALOPO | Banyak orang masih mengira menjaga otot identik dengan tubuh besar dan kekar. Padahal, anggapan itu keliru. Otot dibutuhkan setiap orang baik pria maupun wanita, muda maupun tua bukan untuk pamer bentuk tubuh, melainkan demi kesehatan jangka panjang.
Hal ini disampaikan Bang Tiwa, influencer fitness asal Palopo, yang aktif mengedukasi masyarakat tentang olahraga berbasis kesehatan, bukan sekadar estetika. Sehat itu tidak harus berotot besar. Yang penting ototnya aktif dan berfungsi. Otot itu mesin tubuh, bukan pajangan,” ujar Bang Tiwa. Kamis (8/1/26).
Menurutnya, otot memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh, terutama gula darah. Ia merujuk pada temuan jurnal Diabetes Care yang menjelaskan bahwa otot rangka merupakan jaringan utama penyerap glukosa dalam tubuh. Saat otot berkontraksi, gula darah dapat diserap lebih efektif, bahkan tanpa bantuan insulin. Inilah alasan kenapa orang yang rutin melatih otot cenderung lebih terlindungi dari diabetes, meski badannya biasa saja,” jelasnya.
Bang Tiwa menambahkan, di usia muda, menjaga otot merupakan bentuk investasi kesehatan. Penelitian dalam Journal of Applied Physiology menunjukkan bahwa kekuatan otot yang dibangun sejak usia produktif akan melindungi tubuh dari penurunan fungsi saat menua.
Sementara itu, pada kelompok usia lanjut, manfaat otot justru semakin terasa. Studi yang dipublikasikan di The Lancet dan Age and Ageing menyebutkan bahwa penurunan massa dan fungsi otot atau sarkopenia berkaitan erat dengan risiko jatuh, patah tulang, hingga ketergantungan dalam aktivitas harian. Banyak lansia jatuh bukan karena tulangnya rapuh duluan, tapi karena ototnya sudah lemah. Padahal, latihan ringan saja sudah sangat membantu,” kata Bang Tiwa.
Ia juga menepis kekhawatiran sebagian wanita yang takut latihan otot akan membuat tubuh terlihat terlalu besar. Berdasarkan jurnal Sports Medicine, perbedaan hormon membuat wanita lebih banyak mendapatkan peningkatan kekuatan dan kepadatan tulang, bukan pembesaran otot berlebihan. Latihan otot justru bikin badan lebih kuat, postur lebih baik, dan tulang lebih padat, bukan jadi ‘besar’ seperti yang ditakutkan,” tegasnya.
Bang Tiwa menekankan, melatih otot tidak harus selalu di gym. Aktivitas sederhana seperti squat, push-up, plank, mengangkat beban ringan, atau latihan menggunakan berat badan sendiri sudah cukup untuk menjaga fungsi otot. Intinya bukan soal bentuk tubuh, tapi soal kemandirian dan kualitas hidup. Otot yang terlatih membuat kita tetap kuat, bergerak bebas, dan tidak mudah sakit,” pungkasnya.
Berita ini menjadi pengingat bahwa menjaga otot adalah kebutuhan dasar kesehatan, bukan tren semata. Sehat tidak harus berotot besar, yang terpenting otot tetap aktif dan berfungsi sepanjang usia.(tw*)







