SATUBERITA – Script Survei Indonesia (SSI) sudah dua kali merilis surveinya pada tahun ini terkait elektabilitas 4 paslon di Pilgub Sulsel 2018.
Survei pertama SSI dirilis pada 11 Maret lalu dimana survei dilakukan di 24 kabupaten dan kota se-Sulsel, sejak 23 Februari hingga 3 Maret 2018 atau selama hanya 8 hari.
Survei ini mengambil 820 responden yang terbagi secara proporsional di tiap kabupaten/kota, dengan angka margin of errordalam survei tersebut yakni 3,5 persen.
Hasilnya, pasangan nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) meraup elektabilitas tertinggi, ketimbang tiga kontestan lainnya, yakni sebesar 35,37 persen.
Sementara elektabilitas tertinggi kedua, milik pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) sebanyak 21,22 persen.
Diikuti pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) sebesar 20,73 persen, dan paling buncit itu pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo dengan raihan 5,85 persen. Terhitung, ada sebanyak 16,83 persen pemilih yang menyatakan belum menentukan pilihannya.
Dua bulan kemudian, SSI merilis lagi hasil surveinya, per Sabtu 19 Mei 2018 lalu.
Hasilnya, angka elektabilitas (keterpilihan) pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) sedikit menurun yakni hanya sebesar 33,78 persen, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) meraup 26,34 persen.
Di posisi tiga, nama Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 19,51 persen, dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) 5,61 persen. Dan, masih ada 14,76 persen responden yang belum menentukan pilihannya.
SSI melakukan survei pada 5-17 Mei 2018, atau selama 12 hari. Populasi survei ini, adalah seluruh warga negara Indonesia di Sulsel yang mempunyai hak pilih, berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Sampel yang digunakan sebanyak 820 orang, sampel dipilih secara random (acak) dengan teknik Multistage Random Sampling dengan jumlah yang proporsional. Toleransi kesalahan (Margin of Error) kurang lebih 3,5 persen dengan derajat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh asisten peneliti yang berpengalaman.
Melihat waktu tersisa, dimana posisi elektabilitas antara NH-Aziz dan IYL-Cakka sangat tipis, sementara trend Prof Andalan justru menurun, tidak menutup kemungkinan jika ‘kuda hitam’ ada pada pasangan IYL-Cakka dan NH-Aziz. (Rls/*)







