SABER, PALOPO | Seorang influencer fitness asal Palopo yang juga berprofesi sebagai advokat mengingatkan member agar tidak terjebak pada pola latihan yang keliru, khususnya melatih kelompok otot yang sama setiap hari.
Kesadaran tentang cara melatih tubuh dengan benar masih rendah, karena banyak orang beranggapan semakin sering melatih otot tertentu, maka hasilnya akan semakin cepat terlihat.
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa otot justru tumbuh dan menguat saat fase pemulihan, bukan saat latihan berlangsung. Latihan itu memicu kerusakan mikro pada otot. Jika dilakukan setiap hari tanpa jeda, tubuh tidak punya waktu cukup untuk memperbaiki dan memperkuat jaringan otot,” ujarnya. Selasa (23/12/25).
Kondisi ini, kata dia, berisiko menimbulkan overtraining yang justru menghambat progres kebugaran. Melatih otot yang sama setiap hari juga meningkatkan risiko cedera, mulai dari nyeri berkepanjangan hingga cedera serius pada sendi dan ligamen. Bagi pemula, hal ini sering tidak disadari karena rasa lelah dianggap sebagai tanda latihan yang efektif.
Padahal, rasa sakit yang berlebihan bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang dipaksa melampaui batas kemampuannya.
Sebagai solusi, influencer yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat ini menyarankan pola latihan terstruktur, seperti membagi kelompok otot pada hari yang berbeda atau memberi jeda 48 jam sebelum melatih otot yang sama.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara latihan, istirahat, dan asupan nutrisi agar hasil yang diperoleh maksimal dan berkelanjutan.
Terakhir, Tiwa mengajak member untuk lebih bijak dalam berolahraga dan tidak terpengaruh mitos seputar fitness. Sehat itu maraton, bukan sprint. Tubuh yang kuat dibangun dengan disiplin, pengetahuan, dan kesabaran,” katanya.
Perlu diketahui edukasi ini dapat menjadi pengingat bahwa olahraga yang benar bukan soal seberapa sering, melainkan seberapa tepat dilakukan.(*)





