SABER, PALOPO | Seorang pria lanjut usia bernama Yakobus (60) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Jalan Pongsimpin, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Senin (20/4/2026) malam.
Peristiwa ini pertama kali terungkap saat seorang warga, Boymen (52), tengah mencari ayam di sekitar lokasi sekitar pukul 18.30 Wita. Ketika melintas di samping rumah korban, ia sempat mengintip dari jendela dan melihat tubuh Yakobus sudah tergeletak di area dekat meja makan.
Merasa ada yang tidak beres, Boymen segera memanggil warga lain, termasuk Hera (37). Bersama beberapa warga, mereka kemudian masuk untuk memastikan kondisi korban. Saat diperiksa, Yakobus diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Hera mengaku dirinya dipanggil secara mendadak oleh Boymen untuk melihat kondisi tersebut. Ia bersama warga lainnya langsung menuju rumah korban dan mendapati korban sudah dalam posisi terbaring.
“Setelah memastikan korban sudah meninggal dunia, saya segera menghubungi keluarga dan warga sekitar agar kejadian ini bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Laporan warga kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Wara dipimpin Kapolsek AKP Syarief Sikati tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 Wita untuk melakukan penanganan awal.
Tak lama berselang, tim dari Polres Palopo termasuk unit Inafis turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Wara, AKP Syarief Sikati, menjelaskan bahwa proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, dan tidak ditemukan indikasi tindak kriminal dalam peristiwa tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ada tanda kekerasan. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya,” jelasnya.
Pihak keluarga juga disebut menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah, mengingat korban diketahui memiliki riwayat penyakit serius, termasuk TBC dan gangguan kejiwaan yang telah lama dialami.
Sekitar pukul 21.30 Wita, jenazah kemudian dibawa oleh keluarga menuju Rantai Bone, Kabupaten Luwu Utara, untuk dimakamkan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kepolisian menyimpulkan bahwa kematian Yakobus diduga kuat disebabkan oleh kondisi kesehatan yang dialaminya, tanpa adanya unsur kekerasan ataupun tindak pidana.(*)





