Lari Sendiri Bukan Sepi, Justru Kebebasan

SABER, PALOPO | Tren lari mandiri atau berlari sendirian semakin diminati, khususnya kalangan pecinta olahraga di Kota Palopo. Aktivitas ini dinilai bukan sekadar pilihan, tetapi juga menjadi bentuk kebebasan dalam menjaga konsistensi latihan tanpa harus bergantung pada orang lain.

Seorang pegiat lari asal Palopo, Bang Tiwa, mengatakan bahwa lari sendirian justru memberikan keleluasaan bagi setiap individu untuk mengatur ritme dan tujuan latihan. “Lari sendiri itu bukan kesepian, tapi kebebasan. Kita tidak perlu menyesuaikan kecepatan dengan orang lain, semua bisa diatur sesuai kemampuan kita,” ujarnya. Minggu (19/04/26).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, salah satu kendala yang sering dihadapi pelari adalah ketergantungan pada teman. Ketika rencana batal karena faktor eksternal seperti perbedaan waktu atau perubahan suasana hati, latihan pun ikut terganggu. “Kalau kita bergantung sama orang lain, begitu mereka cancel atau tidak siap, kita juga jadi ikut berhenti. Padahal kuncinya ada di konsistensi, tetap gas meski sendiri,” tambahnya.

Selain aktif berlari, Bang Tiwa juga dikenal rutin menjalani latihan angkat beban sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan jangka panjang. Ia menilai kombinasi antara lari dan latihan kekuatan sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, kekuatan otot, serta mencegah penurunan fungsi fisik di usia lanjut.

Lebih lanjut, Bang Tiwa menilai lari sendirian juga memiliki manfaat psikologis. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas ini membantu menjernihkan pikiran dan mengurangi stres. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu memulai kebiasaan berlari secara mandiri sebagai langkah sederhana menuju gaya hidup sehat dan mandiri.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *