SABER, PALOPO | Banyak orang masih bingung membedakan istilah “otot” dan “berotot” dalam percakapan sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, Bang Tiwa, influencer fitness sekaligus seorang advokat, memberikan penjelasan sederhana agar orang tidak lagi salah menafsirkan dua istilah yang sering digunakan secara bergantian itu.
Menurut Bang Tiwa, otot adalah komponen tubuh yang dimiliki setiap orang sejak lahir dan berfungsi menggerakkan tubuh, menjaga postur, serta mendukung aktivitas harian. Tanpa otot, manusia tidak bisa bergerak. Jadi otot itu struktur dasar yang sudah pasti ada pada setiap orang,” jelasnya. Rabu (10/12/25).
Sedangkan istilah berotot menggambarkan kondisi otot yang berkembang lebih besar, kuat, dan tampak menonjol karena latihan atau aktivitas fisik tertentu. Semua orang punya otot, tetapi tidak semua orang bisa disebut berotot. Berotot itu kondisi, bukan benda,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa untuk mencapai kondisi berotot diperlukan latihan teratur, terutama latihan beban yang memberi tekanan pada otot sehingga tubuh merespons dengan memperkuat dan menebalkan jaringan tersebut. Berotot itu hasil konsistensi. Latihan, makan teratur, dan istirahat cukup itu kuncinya,” kata Bang Tiwa.
Dalam kesempatan itu juga, Bang Tiwa juga memberi imbauan khusus kepada para perempuan agar tidak takut melatih otot. Banyak wanita khawatir tubuhnya akan terlalu besar, padahal latihan otot justru sangat penting bagi kesehatan jangka panjang. Wanita jangan takut latihan otot. Justru otot yang kuat itu penyelamat di masa tua mencegah cedera, menjaga tulang, dan membuat tubuh tetap aktif,” tegasnya.
Terakhir, Bang Tiwa menegaskan bahwa memahami perbedaan otot dan berotot dapat membantu orang menentukan pola hidup sehat yang tepat. Otot itu struktur tubuh dasar, sedangkan berotot adalah pencapaian fisik. Dua hal ini berbeda, tapi keduanya penting untuk dipahami,” tutupnya.(*)





