SABER | Stroke juga bisa terjadi pada usia muda atau produktif dengan tingkat bahaya yang sama.
Stroke terjadi ketika ada gangguan aliran darah di otak yang muncul secara mendadak.
Gangguan ini menyebabkan masalah neurologis, baik secara lokal atau menyeluruh, yang bisa menimbulkan kecacatan hingga kematian.
Penyebab stroke bisa berbeda tergantung pada jenisnya. Jika terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah, penyakit ini disebut dengan stroke iskemik.
Sementara bila pembuluh darah di otak pecah atau bocor dan mengalami perdarahan otak, kondisi ini dikenal dengan stroke hemoragik.
Baik stroke iskemik maupun hemoragik, keduanya bisa terjadi pada usia muda maupun lanjut usia (lansia).
Dengan kata lain, gejala dan tingkat keparahan stroke tidak dipengaruhi oleh usia seseorang.
Bahkan, seseorang yang masih muda mungkin saja memiliki gejala atau tanda-tanda stroke yang lebih parah ketimbang lansia.
Ini karena gejala dan tingkat keparahan stroke dipengaruhi oleh bagian otak yang terkena dan seberapa luas kondisi ini terjadi di otak.
Seseorang yang masih muda bisa mengalami stroke yang parah jika bagian batang otak yang terpengaruh atau area otak yang terkena lebih luas.
Pasalnya, gangguan aliran darah sekecil apapun di bagian batang otak bisa berakibat fatal.
Meski begitu, gangguan aliran darah yang luas di otak besar juga bisa menimbulkan stroke dengan bahaya yang sama.
Bukan cuma bagian otak yang terpengaruh, faktor risiko yang dimiliki penderita juga bisa memengaruhi tingkat keparahan stroke seseorang.
Contohnya, lansia yang hanya memiliki faktor risiko hipertensi mungkin tidak mengalami gejala stroke yang lebih parah dibandingkan dengan usia muda yang memiliki diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Sama seperti pada lansia, tanda-tanda stroke di usia muda terjadi secara mendadak. Inilah mengapa stroke sering juga disebut dengan brain attack.
Secara internasional, ciri-ciri stroke yang khas bisa dikenali dengan metode FAST yang merupakan kepanjangan.
Hanya saja, stroke hemoragik pada usia muda sering kali menyebabkan sakit kepala yang lebih hebat dibandingkan dengan lansia.
Ini karena bekuan darah yang timbul akibat pecahnya pembuluh darah memberi tekanan yang lebih tinggi pada otak.
Sementara saat bertambah usia, ukuran otak cenderung mengecil.
Semakin kecilnya ukuran otak membentuk ruang di kepala, sehingga bila bekuan darah muncul, otak tidak terlalu tertekan.
Selain itu, perlu Anda pahami pula bahwa tidak semua ciri-ciri di atas bisa terjadi pada usia muda.(hellosehat)