SABER, PALOPO | “Otot tidak bisa dibeli, tapi nasi campur sangat bisa.” Pernyataan bernada humor ini disampaikan oleh Bang Tiwa, influencer fitness asal Palopo sekaligus lawyer, saat ditemui menyampaikan fenomena gaya hidup masyarakat yang mendambakan tubuh sehat dan kuat, namun kerap memilih jalan yang instan.
Menurut Bang Tiwa, banyak orang ingin terlihat bugar, tetapi enggan menjalani prosesnya. Makan enak bisa dilakukan kapan saja, sementara latihan fisik dan disiplin membutuhkan konsistensi. Di situ konflik sering terjadi. Keinginan besar, tapi usaha kecil,” ujarnya. Minggu (21/12/25).
Ia menegaskan bahwa otot tidak tumbuh dari niat semata, apalagi hanya dari menggulir konten motivasi di media sosial. Otot terbentuk dari keringat, rasa pegal, dan latihan yang dilakukan berulang.
Namun dalam praktiknya, komitmen tersebut sering kalah oleh ajakan makan sore atau nasi campur di malam hari. Bukan salah makanannya, tapi kebiasaan kita yang jarang mengajak tubuh bekerja,” kata Bang Tiwa.
Dengan gaya santai namun menyentil, Bang Tiwa mengibaratkan pola hidup tersebut seperti investasi. Kalau nasi campur itu saham, semua orang pasti untung karena rajin disetor. Tapi otot? Jarang diinvestasikan,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia menilai banyak orang berharap hasil besar tanpa kesiapan menjalani proses yang sepadan, padahal tubuh bekerja dengan hukum yang pasti.
Sebagai lawyer mengaitkan bahwa kesehatan dengan logika keadilan.
Ia menyebut tidak ada putusan tanpa pembuktian, dan tidak ada tubuh kuat tanpa latihan yang sah dan konsisten. Setiap pilihan untuk rebahan daripada bergerak, menurutnya, adalah keputusan yang dampaknya baru terasa di kemudian hari.
Menutup pesannya, Bang Tiwa mengingatkan bahwa tua adalah kepastian, tetapi lemah adalah pilihan. Nasi campur tetap boleh dinikmati karena hidup juga tentang kebahagiaan. Namun, jika ingin tubuh tetap kuat dan otot berkembang, jangan hanya rajin ke warung, rajinlah pula berlatih. Sedikit humor, sedikit keringat, dan banyak konsistensi menjadi resep sederhana yang sering diabaikan, namun paling efektif.(*)





