SABER | Sangat wajar bagi seseorang untuk merasa bangga atas dirinya sendiri. Namun, kecenderungan untuk merasa paling hebat dengan mengaku memiliki kecerdasan, kekuasaan, atau kehebatan lainnya tanpa bukti rupanya bisa menjadi gejala gangguan kejiwaan.
Dalam bahasa medis, sikap seseorang yang selalu merasa paling hebat disebut dengan megalomania atau delusion of grandeur. Kondisi ini dikenal juga sebagai waham kebesaran.
Kamu mungkin pernah menemukan seseorang dengan perilaku tersebut. Bedanya, orang-orang dengan megalomania tidak akan mendengarkan pendapat orang lain yang bertentangan dengan pikiran tentang kehebatannya.
Bisa dikatakan, megalomania membuat seseorang hanya berfokus pada diri sendiri (self-centered) meskipun pikirannya tidaklah nyata atau sekedar delusi.
Mereka juga tidak akan pernah menanggapi kritik dari orang lain dan menganggap bahwa delusi yang ada di pikirannya merupakan kebenaran.
Kondisi ini membuat seseorang berpikir bahwa tidak ada yang lebih kuat, cerdas, atau berkuasa dari dirinya.
Padahal, semua itu hanya ada di dalam pikirannya sendiri dan merupakan keyakinan yang salah.
Orang-orang dengan megalomania tidak sekedar memiliki perasaan superior dan selalu menganggap bahwa kehebatan dalam dirinya merupakan hal yang nyata.
Dilansir dari laman Good Therapy, berikut merupakan ciri-ciri orang yang merasa dirinya paling hebat karena megalomania.
Sekilas, megalomania mungkin sulit dibedakan dengan rasa percaya diri yang berlebihan, kecuali memang mereka sudah didiagnosis dengan gangguan kejiwaan seperti bipolar atau skizofrenia.
Oleh karena itu, untuk memastikan kekhawatiran yang mungkin di rasakan, jangan takut untuk berkonsultasi kepada penyedia layanan kesehatan seperti psikolog atau psikiater.(hellosehat*)