Nurdin: Moderasi Beragama

SABER  |  Pekan lalu, Sabtu 18 Maret 2023 di aula serbaguna kampus IAIN Palopo, penulis ambil bagian sebagai narasumber dalam dialog kebangsaan dengan teman “Moderasi beragama sebagai penguatan kedaulatan bangsa Indonesia”.

Tema yang diusung oleh adik-adik Mahasiswa sangat relevan dengan kondisi saat ini sebab negara Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki banyak keberagaman, baik itu suku, bahasa, agama, dan juga adat istiadat

Bacaan Lainnya

Dari berbagai macam keberagaman yang dimiliki negara Indonesia, keberagaman agama menjadi yang terkuat dalam membentuk radikalisme di Indonesia. Munculnya kelompok-kelompok ekstrem yang kian hari semakin mengembangkan sayapnya, faktor penyebabnya dari berbagai hal.

Di antaranya, sensitifitas kehidupan beragama dan adanya kelompok ekstrem sehingga ditengah hiruk-pikuk permasalahan radikalisme ini, muncul sebuah istilah yang disebut “Moderasi Beragama”.

Pada hakikatnya Moderasi beragama adalah sikap yang tidak membeci satu sama lain akibat dari adanya perbedaan agama dan keyakinan.

Sebab jika Anda yakin diciptakan oleh Tuhan yang satu sebagaimana dalam surah Al-ikhlas “Qul huallahu Ahad”.

Maka, tentu manusia yang lain dengan berbagai macam agama dan keyakinan yang ada, diciptakan oleh Tuhan yang sama.

Dalam konteks relasi Islam, negara dan moderasi. Kita telah sepakat bahwa Pancasila sebagai dasar negara yang di dalam sila demi sila pada Pancasila itu, tidak ada yang bertentangan dengan agama apapun yang ada di negara kita.

Indonesia bukan negara Islam secara formal bukan pula negara sekuler melainkan negara yang aman dan damai (dar al-salam) dasar negaranya adalah Pancasila sebagai basis filosofi dalam berbangsa dan bernegara.

Untuk itu mari kita tebarkan kedamaian, jaga kebhinekaan ini, mari kita jaga harmoni di antara berbagai macam perbedaan yang ada supaya kita tetap hidup dalam kemanusiaan, kedamaian dan cinta.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *