Pimpin Rakor Antisipasi PMK, Ini Langkah Tegas Bupati Theofilus

SABER, TATOR | Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), bertempat di gedung Tammuan Mali’, Kab. Tana Toraja. Sabtu (09/07/2022).

Turut hadir, Kajari Makale, Erianto, Dandim 1414/Tator, Letkol Monfi Ade Chandra, Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi’, Kabag Ops Polres Tana Toraja, ketua BPL Balai Vertiner Maros, Kadis Pertanian yang membawahi Peternakan, Kapolsek, Camat, beserta kepala Lembang/Lurah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Rapat Koordinasi dilaksanakan Pemda Tana Toraja sebagai tindak lanjut percepatan pencegahan PMK.

Bupati Theofilus katakan jangan sampai wabah PMK tersebar luas di Tana Toraja, cegah sedini mungkin, percepat penanganan dengan vaksinasi terhadap ternak”, ungkap Bupati.

Dalam rapat tersebut Bupati juga menekankan kepada Dinas Pertanian membawahi perternakan, para Camat se-Kabupaten Tana Toraja dan OPD terkait agar bergerak cepat dalam menangani wabah ini, karena berkaitan dengan hewan ternak yang ada di Tana Toraja.”tegasnya.

“Lakukan gerak cepat untuk mengantisipasi wabah PMK ini, agar tidak terjadi penyebarannya di Tana Toraja, sehingga peternak kita tidak mengalami kerugian.”ujar Bupati Theofilus.

Bupati juga menyebutkan ada 5 Kecamatan di Tana Toraja yang sudah terinveksi virus PMK yakni kecamatan Makale, Sangalla di Turunan, Mengkendek di Gasing, Rantetayo di Madandan dan Padangiring, serta Rembon.”sebutnya.

Berikut 7 langkah dilakukan pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk mencegah penyebaran virus PMK sebagai berikut:

1. Menutup total pintu masuk disemua perbatasan agar tidak ada pergerakan keluar masuknya ternak.

2. Para camat Lembang, Lurah, Danramil Babinsa agar bersama-sama melakukan penyuluhan mendeteksi terhadap adanya penyebaran virus ini.

3. Mengendalikan pelaksanaan pesta rambu solo dan mendeteksi kerbau yang terniveksi agar segera dipotong dan daging dumasak hingga benar-benar matang.

4. Penyemprotan terhadap hewan yang kemungkinan terinveksi maupun heean yang masih sehat.

5. Upacara adat yang belum terjadwal agar mempertimbangkan merubah jadwal hingga virus PMK ini benar-benar hilang.

6. Untuk sementara adu kerbau dinyatakan dihentikan.

7. Dilarang membawa kerbau lopas apalagi dalam tengah kota.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *