SABER, PALOPO | Meski telah dinyatakan ilegal oleh Pertamina Patraniaga Region Sulsel namun Armada PT Reski Multi Energi masih bebas berkeliaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan Armada tersebut sangat leluasa lalu-lalang di wilayah hukum Polres Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Bahkan saat terjadi aksi demo, pemblokiran jalur trans Sulawesi yang menuntut pemekaran Luwu Raya, belasan armada transportir milik Reski Multi Energi ikut terjebak dalam kemacetan namun tak ada satupun aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan terhadap dokumen termasuk izin pengangkutan yang dimiliki oleh setiap armada tersebut.
“Jika Pertamina tidak akui PT Reski Multi Energi sebagai mitra maka Transportir mereka dapat BBM Non Subsidi dari mana. Sangat patut kita curigai transportir ini justru mengangkut BBM subdisi jenis solar,” kata Akhmad.
Akhmad mendesak agar aparat kepolisian yang ada di Polres Luwu Raya tidak menutup mata terhadap transportir tersebut.
“Polisi jangan kalah dari mafia BBM, polisi seharusnya ditindak tegas. Jangan dibiarkan karena ini jelas melanggar hukum dan merugikan keuangan negara,” katanya.
Ia berharap aparat kepolisian tidak lagi menutup mata dengan adanya penyalahgunaan BBM subsidi yang tidak tepat sasaran apalagi kondisi saat ini sangat banyak transportir ilegal yang menyalahgunakan BBM dari wilayah Sulsel yang diselurupkan ke berbagai industri pertambangan di Sulteng.
“Seharusnya proses penegakan hukum terhadap pelaku benar-benar ditegakkan. Aparat penegak hukum harus bertindak serius jangan kalah dari para mafia BBM subsidi,” tegas Akhmad.(*)







