PPKS Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Sesama Jenis di UIN Palopo, Rektor: Zero Tolerance

SABER, PALOPO  |  Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) tengah mendalami dugaan kasus pelecehan sesama jenis yang menyeret seorang oknum dosen terhadap mahasiswanya.

Rektor UIN Palopo, Prof Abbas Langaji, menegaskan pihak kampus berkomitmen menjaga integritas lingkungan akademik dengan tidak memberi ruang bagi pelanggaran asusila. Ia memastikan, jika dugaan tersebut terbukti, pelaku akan diberikan sanksi tegas tanpa kompromi.

Bacaan Lainnya

“Sepekan terakhir kami sudah melakukan investigasi melalui PPKS. Namun hingga kini belum ada korban yang secara resmi memberikan laporan untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai dasar penindakan,” ujar Abbas, Sabtu (28/9/2025).

Meski begitu, Abbas menekankan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan. Tim kampus juga melakukan pendekatan persuasif terhadap mahasiswa yang diduga menjadi korban agar bersedia memberikan keterangan resmi.

“Penyelidikan kami lakukan secara tertutup demi melindungi identitas korban. Prinsipnya, kami ingin masalah ini ditangani dengan adil, transparan, dan menyeluruh,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa yang merasa menjadi korban untuk berani melapor. “Kami berpegang pada instruksi Menteri Agama RI bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku tindakan asusila di lingkungan Kementerian Agama,” tegas Abbas.

Sebagai bukti keseriusan, Abbas mengungkapkan bahwa UIN Palopo sebelumnya juga telah memberikan sanksi disiplin kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan pelanggaran etik.

“Beberapa kasus memang sudah ditindak, hanya saja prosesnya dilakukan tertutup dengan berbagai pertimbangan. Hal ini menjadi pelajaran agar kita lebih tegas dan hati-hati ke depannya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *