SABER | Untuk penggemar daging, makan tanpa kehadiran daging mungkin akan terasa kurang.
Namun, makan daging kebanyakan bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.
Untuk itu, beberapa orang biasanya mengonsumsi makanan lain sebagai penetral lemak yang tinggi setelah makan daging.
Konsumsi daging berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, dan hipertensi.
Risiko kesehatan ini berasal dari kalori, lemak trans, dan lemak jenuh yang tinggi pada daging.
Oleh karena itu, mengonsumsi makanan penetral setelah makan daging atau makanan berlemak.
Berikut ini beberapa makanan dan minuman untuk menetralkan:
1. Minum air hangat
Air hangat dapat menjadi minuman setelah makan daging.
Minum air hangat setelah mengonsumsi makanan berminyak membantu menenangkan dan mengaktifkan sistem pencernaan.
Air bertindak sebagai pembawa gizi dan zat sisa tubuh. Minum air panas membantu memecah zat gizi menjadi bentuk yang dapat dicerna.
Jika tidak minum cukup air, usus kecil akan menyerap air dari makanan untuk pencernaan, menyebabkan dehidrasi dan sembelit.
2. Minuman detoks
Minuman detoks membantu membuang racun yang menumpuk di sistem setelah mengonsumsi makanan berminyak.
Sebuah studi dalam Journal of human nutrition and dietetics (2015) menyebutkan minuman detoks seperti jus lemon berpotensi melepaskan racun dan membantu menurunkan berat badan.
Sebuah studi lain menunjukkan bahwa minum jus lemon atau mengikuti diet detoks lemon dapat mengurangi lemak tubuh.
3. Prebiotik
Asupan prebiotik secara teratur berpotensi membantu menyeimbangkan kesehatan pencernaan.
Selain itu, prebiotik meningkatkan bakteri usus yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.
Fungsi lain dari prebiotik adalah untuk melancarkan pencernaan Anda setelah mengonsumsi daging.
Dapat mengonsumsi secangkir yoghurt sebagai minuman setelah makan daging. Sumber prebiotik lainnya adalah tempe, oncom, atau tauco.
4. Buah-buahan
Mengonsumsi buah membantu menyediakan cukup vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh sehingga pencernaan lebih lancar.
Makan daging berlemak yang tanpa makanan berserat lainnya berpotensi menyebabkan sembelit.
Dapat makan semangkuk sedang (125 gr) salad buah segar untuk memenuhi asupan gizi seimbang harian Anda.
Selain itu, buah dapat memasok kebutuhan cairan yang dibutuhkan sistem pencernaan untuk mencegah sembelit.
5. Sayuran
Kandungan serat dalam sayur dapat membantu mengikat lemak dari daging dan membantu mengurangi penyerapan lemak jenuh.
Oleh karena itu, sayuran dapat menjadi makanan penawar setelah makan daging.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI menyarankan agar untuk mengonsumsi setidaknya 250 gr sayuran setiap hari.
Agar lebih mudah mengonsumsinya, dapat membagi jumlah konsumsi sayuran ke dalam tiga kali waktu makan, seperti saat sarapan, makan siang, dan makan malam.(hellosehat*)