Leg Day Kunci Kekuatan dan Kesehatan Jangka Panjang

SABER, PALOPO | Latihan kaki atau leg day kerap dianggap sepele, padahal justru menjadi fondasi utama kekuatan tubuh. Kaki berperan sebagai penopang seluruh berat badan, sehingga kekuatannya sangat menentukan kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mulai dari berdiri, berjalan, hingga menjaga keseimbangan, semuanya bergantung pada otot dan struktur kaki yang kuat.

Seorang Influencer fitness asal Palopo Bang Tiwa menjelaskan, hampir seluruh gerakan tubuh melibatkan peran kaki. Saat berlari, naik tangga, hingga mengangkat beban di gym, kekuatan kaki menjadi faktor utama yang menunjang performa. Jika otot kaki lemah, tubuh bagian atas tidak dapat bekerja maksimal karena tidak memiliki dasar yang stabil.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, latihan kaki juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi. Rutin melakukan latihan seperti squat atau lunges dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang, sehingga menurunkan risiko cedera maupun penyakit seperti osteoporosis. Selain itu, otot kaki yang kuat turut membantu memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan.

Dari sisi kesehatan, leg day juga membantu melancarkan peredaran darah. Otot kaki merupakan kelompok otot terbesar dalam tubuh, sehingga saat dilatih, aliran darah menjadi lebih optimal. Hal ini mendukung distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Karena itu, melatih kaki bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kebugaran.

Tiwa melanjutkan, otot betis (calf) sering disebut sebagai “jantung kedua” karena membantu memompa darah kembali ke jantung. Saat otot betis berkontraksi, aliran darah dari bagian bawah tubuh terdorong naik dengan lebih lancar. Inilah alasan mengapa latihan otot kaki, khususnya betis, sangat penting untuk menjaga sirkulasi darah tetap optimal serta mencegah berbagai masalah kesehatan.

Bang Tiwa juga menekankan bahwa memasuki usia 40 tahun ke atas, latihan otot kaki semakin dianjurkan. Hal ini disebabkan massa otot yang secara alami mulai menurun, yang dapat memengaruhi kekuatan, keseimbangan, hingga meningkatkan risiko jatuh. Dengan rutin melakukan leg day, kekuatan otot dapat terjaga, mobilitas tetap baik, dan kualitas hidup di usia lanjut pun lebih optimal.

Bang Tiwa tersebut, yang telah hampir 19 tahun berkecimpung di dunia gym, menambahkan bahwa latihan kaki tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Frekuensi yang ideal adalah dua kali dalam seminggu, selama dilakukan dengan teknik yang benar dan konsisten.

“Leg day itu penting, tapi tidak perlu berlebihan. Dua kali seminggu sudah cukup, yang penting dilakukan secara maksimal dan terarah,” ujarnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *