Gaspa 1958 Buka Peluang Lolos, Gaslut dan Luwu Kembali Berbagi Angka

oleh

PALOPO, SATU BERITA | Kompetisi reguler Liga 3 PSSI Zona Sulawesi Selatan fase prakualifikasi pertama kembali menghadirkan dua partai seru di Stadion Lagaligo Palopo, Selasa (17/09), atau di hari kedua.

Di laga awal, bertemu dua tim, Gaslut Luwu Utara versus PS Luwu yang berakhir imbang 1-1 sedangkan di partai kedua pukul 16.00 Wita, tim tuan rumah Gaspa 1958 menang tipis 1-0 atas Perslutim Luwu Timur.

Gaslut yang dimotori Masbar, Aldi Risaldi Amru dan kawan-kawan di babak pertama harus bekerja ekstra keras meladeni gaya permainan khas Luwu yang tampil cukup prima dengan tempo tinggi dan skill mumpuni. Peluang demi peluang tercipta tapi selalu kandas di lini belakang masing-masing kesebelasan.

Gol bagi PS Luwu sendiri hasil kerjasama apik antarlini, lini tengah dan lini depan Luwu, melalui sayap kanan, anak asuh Farhan itu merangsek masuk ke jantung pertahanan Gaslut, umpan matang Taufik Hidayat diselesaikan dengan indah oleh Astar. Astar dengan cerdik mengecoh pemain belakang Gaslut, dan membombardir sang penjaga gawang dengan kaki kanannya, si kulit bundar bersarang di sebelah kanan jala Syarifuddin membuat kedudukan menjadi 1-0 di menit ke 11 babak pertama.

Laga yang fantastis dan memicu adrenalin ini enak disaksikan karena jual beli serangan terjadi, tempo tinggi yang diperagakan kedua kesebelasan meski bermain di tengah terik mentari yang kick off mulai pukul 14.00 itu.

PS Gaslut butuh waktu sekitar 20 menit untuk bisa menyamakan kedudukan. Setelah berbagai upaya dilakukan untuk menembus ketat lini pertahanan PS Luwu, yang bagaikan benteng Takeshi.

Akhirnya setelah berjuang sekian lama, blunder pun dilakukan sang penjaga gawang Jefri. Tindakan penyelamatan yang populer dengan istiah “Dop Show” memakan korban. Di dalam area kotak penalti, kaki sang kiper “ikut bermain” dan menyenggol gelandang Gaslut hingga terjatuh. Wasit nasional, Mustakim M Kom asal Makassar langsung menunjuk titik putih. Aldi Risaldi Amru yang bertugas jadi algojo berhasil menjaringkan gol ke jala sebelah kanan Jefri. Gooooooool 1-1.

Kedudukan imbang 1-1 ini tetap awet hingga sang wasit meniup peluit panjangnya. Dengan hasil ini, PS Luwu dan Gaslut cuma berhasil menambah 1 poin. Dengan modal total 2 poin, hasil seri dari pertandingan sebelumnya, kedua kesebelasan masih menyisakan dua pertandingan sisa lagi, dimana di grup D ini hanya tiga yang akan lolos ke Prakualifikasi Kedua nanti.

*Gaspa 1958 Vs Perslutim, Kebuntuan yang Akhirnya Pecah*

Duel Gaspa 1958 dan Perslutim berlangsung tak kalah serunya dari partai pertama di grup D Liga 3 Sulsel ini. Mengawali babak pertama, tekanan demi tekanan sudah dilakukan oleh anak-anak Gaspa yang dilatih oleh Gafur Syamsu. Banyak peluang tercipta tetapi tak satupun berhasil berbuah gol manis.

Pola 4-4-2 yang kali ini dengan formasi duo Raikard-Candra dibackup Aspullah dalam starting eleven, masih selalu gagal, akibat suplai bola dari lini tengah ke depan sering kandas dan tidak mengalir lancar. Banyak kesalahan yang dilakukan sehingga duo RC kurang mendapat bola-bola mantap.

Sebaliknya, Perslutim yang didominasi pemain muda dan dimotori oleh seniornya Kaso Morang tampil percaya diri dan meladeni Gaspa 1958 dengan permainan keras menjurus kasar.

Babak pertama berlalu dan masih hampa gol. Wasit Rudi asal Pinrang yang memimpin pertandingan ini memulai kembali babak kedua setelah break. Upaya anak-anak Gaspa 1958 untuk memberondong jala Ade Anugrah selalu saja kandas. Berbagai passing, crossing, dan placing yang dilakukan Rahim, Yoga dan Ricky dibantu M Fadli alias Owen masih juga buntu. Pemain-pemain Perslutim tampak sigap dan tak memberi keleluasaan bagi tridente Gaspa untuk menari-nari lebih lama di daerah pertahanan mereka.

Sedangkan Perslutim mengandalkan serangan balik. Hanya saja, Perslutim selain kewalahan mengatasi kokohnya lini belakang Gaspa, mereka juga kurang kreatif dan kalah stamina dari anak-anak Palopo.

Malapetaka bagi Perslutim yang ditukangi Pak Ambo itu terjadi juga. Lewat serangan sporadis anak-anak Gaspa, lewat lini kiri merangsek ke tengah jantung pertahanan Perslutim, Candra heading teruskan ke Raikard, namun pergerakan Raikard dikandaskan stopper Muh Ridwan Mudriansyah pemain nomor punggung 6 Perslutim. Ridwan menjegal Raikard yang sudah berdiri langsung berhadapan dengan sang kiper. Wasit Rudi pun menunjuk titik putih.

Candra yang mengeksekusi pinalti ini menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakan kerasnya tak bisa diantisipasi oleh Ade Anugerah, menancap di sebelah kanan jalanya. Goooooool 1-0.

Ketinggalan 1-0, anak-anak Luwu Timur tak putus asa dan melancarkan serangan demi serangan. Namun saying, dewi fortuna belum berpihak. Peluangnya masih nihil gol sedangkan Gaspa yang sudah unggul tetap meladeni permainan Perslutim mengandalkan serangan lewat dari berbagai lini.

Hingga akhirnya wasit meniup peluit panjangnya, kedudukan 1-0 tak berubah. Dengan hasil ini, Gaspa 1958 kini mengumpulkan total 4 poin, hasil sekali seri dan satu kali menang. Sedangkan Perslutim yang baru main pertama, belum mengumpulkan poin dan berada di urutan paling buncit klasemen sementara grup D Liga 3 Sulsel.

Pelatih Perslutim, Pa Ambo mengaku cukup puas meski anak asuhnya kalah. Dalam Press Conference, usai pertandingan, juru taktik itu mengatakan anak-anaknya sudah bermain disiplin sejak menit-menit awal, hanya saja memang, dewi fortuna belum berpihak. Ia juga menyindir wasit yang dianggap menguntungkan tuan rumah.
Sedangkan manajer tim Gaspa 1958, Aipda Haji Ruslan Shimer S.Pd mengatakan puas tetapi berharap pemain-pemain bisa lebih tenang dan tidak mudah terpancing dengan permainan lawan.

‘Kami cukup puas, hanya saja memang tadi permainan agak keras saya ingin anak-anak tetap menjaga mental dan fokus untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ucap manajer Gaspa 1958 yang juga Bhabinkamtibmas itu.(Icc*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *