Opini, Nurdin: Menyalahkan Hujan

SABER, PALOPO  |  Semalam hujan mengguyur Kota Palopo, yang menurut sebagian orang bahwa akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi sehingga sebagian wilayah kota tergenang oleh air luapan sungai Amassangan.

Lantas, benarkah banjir akibat intensitas hujan yang tinggi ataukah jangan-jangan karena kesalahan orang yang merusak alam ?

Bacaan Lainnya

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu dipahami, bahwa alam bukanlah benda mati, alam memiliki jiwa yang senantiasa bergerak dan berevolusi, namun karena kita tidak peka, tidak mengerti betapa alam selama ini telah banyak memberi pesan pada kita, tentu pesan agung itu berisi tentang kehadirannya.

Kembali pada pertanyaan di atas, jawabannya sangat jelas dalam surat An-Nisa ayat 79 Allah Swt berfirman “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri”

Jika dimaknai secara sederhana ayat di atas, maka setiap bencana yang datang termasuk banjir tidak terlepas dari ulah tangan-tangan manusia yang telah berbuat tidak adil pada alam dan itu adalah hukum alam.

Para filsuf sependapat, bahwa hukum alam asalnya dari Tuhan sebab alam semesta ini adalah ciptaannya sehingga hukum alam juga merupakan hukum Tuhan yang pasti datangnya.

Bahkan Aristoteles berpandangan, bahwa hukum alam merupakan aturan semesta alam yang berlaku selalu dan di mana-mana karena hubungannya dengan aturan alam, tidak pernah berubah, tidak pernah lenyap dan berlaku dengan sendirinya.

Untuk itu, tidak elok rasanya jika setiap bencana banjir kita seolah-olah menyalahkan hujan dengan intensitasnya yang tinggi padahal itu adalah ciptaan, pemberian Tuhan, yang turunnya dengan takaran yang pasti dan tepat.

Semestinya, yang harus dilakukan adalah bersahabat dan berbuat adil pada alam, jangan merusaknya sebab di dalamnya ada hukum alam yang pasti datangnya, keberlakuannya abadi yang berkeadilan sempurna dan berlaku bagi semua orang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.