Pedagang Tolak Rencana Penertiban, Satpol PP Torut: Kami Lakukan Langkah Persuasif

oleh

TORAJA UTARA, SABER | Rencana proses pengosongan pusat pertokoan di Rantepao mendapatkan perlawanan dari sejumlah pedagang.

Penolakan proses pengosongan yang dilakukan sejumlah pedagang karena mereka kuatir usaha mereka akan bangkrut, sementara upaya mereka agar tidak tergusur melakukan upaya hukum di Pengadilan Negeri Makale.

Meski ditentang oleh pedagang, namun petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Toraja Utara tetap membagikan surat peringatan kepada para pedagang.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Toraja Utara, Rianto Yusuf mengatakan pihaknya mendatangi para pedagang untuk melanjutkan langkah-langkah persuasif dalam rangka penertiban penataan pusat pertokoan di Rantepao.

“Hari ini kami menyampaikan kepada masyarakat sebagai pemakai dan penyewa untuk segera mengosongkan tempat ini paling lambat tanggal 28 Februari 21 karena segera dilakukan penertiban di tempat ini,” tutur Rianto.

Baca Juga : Pedagang di Rantepao Tolak Rencana Penertiban dan Pengosongan Pusat Pertokoan

Rianto menegaskan bahwa penertiban akan dilakukan pada 1 Maret mendatang guna penataan kawasan Kota Rantepao.

“Kalau ada warga yang masih bertahan di tempat ini pada 1 Maret 21 mendatang apa boleh buat akan kami keluarkan atau tetap dilakukan penertiban,” jelas Rianto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *