Peduli, Kapolres Tator Bantu Bocah 5 Tahun Penderita Gagal Ginjal

oleh

TATOR, SABER | Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu bertindak cepat memberikan bantuan setelah mendengar kabar ada bocah yang menderita penyakit gagal ginjal, dan membutuhkan uluran tangan.

Dari pantauan media kondisinya sangat memprihatinkan dialami oleh bocah 5 tahun, Aprianto Tandisau, yang mengidap penyakit gagal ginjal, yang saat ini dirawat di RSUD Lakipadada, Makale, Kab. Tana Toraja.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu, turun langsung didampingi oleh dr. Mudatsir, Kasat Binmas, AKP Jacob Parinding dan Kasi Dokkes, Aipda Kartika, menjenguk Aprianto yang dirawat di ruang Matahari.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu, saat di konfirmasi mengatakan bahwa Polri adalah bagian dari Negara, yang menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat, melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat.” ungkap Sarly. Senin 22/11/2021.

“Dia (Sarly Sollu.red) menambahkan bahwa Ini yang selalu kita lakukan, hadirkan negara di tengah masyarakat, saya sudah minta tolong kepada pak direktur, dr. Farma Lelepadang, dan dokter – dokter di RSUD Lakipadada, untuk bersama – sama bantu dan menangani anak kita, Aprianto, agar bisa sehat kembali, karena  di usianya yang masih dini seharunya ia bermain, namun saat ini ia terbaring di rumah sakit, saya berharap kita semua peduli.” tutur Kapolres Tana Toraja.

Lebih lanjut Sarly Sollu katakan, meminta kepada Kasat Binmas AKP. Jacob Parinding, untuk membantu pengurusan BPJS dari Aprianto hingga tuntas.”harap Sarly.

Tidak hanya itu, Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu juga meminta kepada Kasi Dokkes, Aipda Kartika, untuk terus memonitor perkembangan kesehatan Aprianto. Tolong bantu setiap kendala dari perawatan Aprianto “. kunci perwira dua bunga melati di pundak itu.

Terpisah, Sementara itu, Plt  Dir. RSUD Lakipadada, dr. Farma Lelepadang mengungkapkan bahwa pihaknya tetap melakukan perawatan kepada Aprianto meskipun belum memiliki BPJS.

Demi Kemanusiaan, kami (RSUD Lakipadada) tetap melakukan perawatan maksimal kepada Aprianto, diagnosa dan perawatan rutin tetap kita laksanakan.” Sebut Farma.

Perlu diketahui bahwa orang tua Aprianto yang tidak memiliki cukup biaya sehingga ia dirawat di rumah sendiri di jalan poros Pango – Pango, Kel. Santun selama 4 bulan lamanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.