Terlalu Sering Lari Bisa Gerus Otot, Bang Tiwa: Tubuh Jadi Kecil dan Terlihat Lebih Tua

SABER, PALOPO | Olahraga lari yang semakin digemari masyarakat dinilai membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Namun di balik popularitas tersebut, kebiasaan lari setiap hari tanpa diimbangi latihan kekuatan dan recovery yang cukup disebut dapat berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang.

Hal itu diungkapkan oleh Bang Tiwa, seorang influencer fitness asal Palopo yang telah hampir 19 tahun berkecimpung di dunia gym dan aktif sebagai pegiat lari. Menurutnya, banyak orang terlalu fokus mengejar jarak dan kalori terbakar, tetapi lupa menjaga massa otot tubuh.

Bacaan Lainnya

“Lari memang bagus untuk kesehatan jantung dan kebugaran, tapi kalau setiap hari tanpa latihan beban dan recovery, otot bisa menyusut. Tubuh jadi terlihat kecil, postur berubah, bahkan wajah bisa terlihat lebih tua dari usia sebenarnya,” ujarnya. Senin (4/5/26).

Bang Tiwa menjelaskan, kardio berlebihan membuat tubuh tidak hanya membakar lemak, tetapi juga massa otot. Padahal otot memiliki fungsi penting dalam menjaga kekuatan tubuh, metabolisme, hingga kesehatan tulang dan sendi.

Ia menilai, banyak pelari mengalami penurunan massa otot tanpa disadari. Bahu terlihat turun, kaki mengecil, tenaga cepat habis, dan tubuh tampak lebih kurus atau kerdil. Kondisi tersebut menurutnya umum terjadi ketika seseorang terlalu sering berlari tetapi minim latihan kekuatan.

“Kalau hanya fokus lari terus tanpa membangun otot, lama-lama tubuh kehilangan pondasi kekuatannya. Apalagi usia di atas 30 tahun, massa otot memang secara alami mulai menurun,” katanya.

Selain memengaruhi postur tubuh, kehilangan otot juga disebut dapat berdampak pada penampilan wajah. Lemak tubuh memang turun, tetapi wajah menjadi lebih cekung dan kulit tampak kurang kencang sehingga memberi kesan lebih tua.

Sebagai pegiat kesehatan jangka panjang, Bang Tiwa menyarankan masyarakat tidak berlebihan dalam melakukan kardio. Menurutnya, lari cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu untuk menjaga kesehatan jantung dan stamina. Sementara latihan beban lebih dianjurkan dilakukan tiga sampai empat kali seminggu guna menjaga massa otot dan kekuatan tubuh.

“Selebihnya tubuh butuh recovery. Jangan paksa tubuh kerja terus setiap hari. Recovery itu penting supaya otot pulih, hormon tetap stabil, dan badan tetap fit dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya asupan protein yang cukup, tidur berkualitas, dan pola latihan yang seimbang agar tubuh tetap sehat hingga usia lanjut.

“Otot itu bukan cuma soal penampilan. Otot adalah tabungan kesehatan untuk masa tua. Semakin baik massa otot kita, semakin kuat tulang, sendi, dan daya tahan tubuh,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *